MATARAMl: Momen bersejarah tercipta di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram, ketika fakultas ini menggelar yudisium perdananya dengan penuh khidmat di Auditorium UIN Mataram. Sebanyak 190 lulusan terbaik dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) resmi dikukuhkan sebagai alumni pertama FTK dalam suasana haru, bangga, dan penuh makna. rABU, 05/11/2025

Acara dihadiri langsung oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., bersama Dekan FTK, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi, dosen, serta tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan yang sarat nilai kemanusiaan dan keilmuan. Ia menekankan pentingnya penguatan implementasi kurikulum cinta dan ecoteologi sebagai dasar pembentukan karakter pendidik masa depan.

“Para guru dan alumni FTK harus mengajarkan ilmu dengan cinta, bukan hanya pengetahuan yang kering. Cinta melahirkan empati, kasih sayang, dan ketulusan dalam mendidik. Dan ecoteologi mengingatkan kita bahwa pendidikan juga harus berpihak pada kehidupan dan keberlanjutan bumi,” tutur Prof. Masnun dalam pesan inspiratifnya.

Rektor menambahkan tiga pesan utama sebagai bekal bagi para lulusan perdana FTK. Pertama, teguhkan akhlak dan integritas, sebab karakter adalah pondasi utama seorang pendidik. Kedua, jadilah pembelajar sepanjang hayat, karena dunia pendidikan menuntut adaptasi dan inovasi tanpa henti. Ketiga, jadikan ilmu sebagai pengabdian, sebab ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang hidup dalam pelayanan terhadap umat dan lingkungan.

Dekan FTK, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya yudisium perdana yang menjadi tonggak sejarah bagi fakultas. Ia menegaskan bahwa FTK berkomitmen melahirkan guru-guru profesional yang berkarakter, peduli lingkungan, dan memiliki semangat keberlanjutan.

Yudisium perdana FTK UIN Mataram tahun ini bukan hanya perayaan akademik, melainkan peneguhan arah pendidikan Islam yang berakar pada cinta, ekoteologi, dan kemanusiaan. Dari kampus ini, akan lahir para guru yang tidak hanya mengajar dengan kepala, tetapi juga mendidik dengan hati, mencintai bumi, dan menebar rahmat bagi semesta. Adita@Humas