MATARAM: Peran strategis perguruan tinggi dalam membangun kesadaran keagamaan dan kebangsaan kembali ditunjukkan oleh UIN Mataram melalui kiprah para akademisinya di ruang publik nasional. Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH Masnun Tahir, bersama H. Suhirman Adita, secara bersamaan mengisi khutbah Jumat di dua lokasi strategis di Jakarta, Jumat (17/04/2026).

Rektor UIN Mataram dijadwalkan menjadi khatib di Masjid Istiqlal, sementara H. Suhirman Adita, M.Pd., menyampaikan khutbah di Masjid At-Taqwa, Markas Komando Bela Negara Kementerian Pertahanan. Kehadiran keduanya mencerminkan sinergi dakwah intelektual yang tidak hanya berbasis keilmuan, tetapi juga berorientasi pada penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Prof. DR. TGH Masnun Tahir mengangkat tema tentang pentingnya adaptasi hukum Islam dalam merespons perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi pesatnya transformasi digital di sektor ekonomi. Ia menekankan bahwa konsep fintech syariah harus dipahami sebagai bagian dari ijtihad kontemporer yang mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan kemaslahatan umat.
Sebagai Ketua Forum Rektor PTKIN Indonesia, Prof. Masnun Tahir menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pemikiran Islam yang progresif dan solutif. Menurutnya, integrasi antara nilai-nilai keislaman dan inovasi teknologi merupakan keniscayaan dalam menjawab tantangan global.

Sementara itu, dalam dalam waktu yang bersamaan H. Suhirman Adita dijadwaklan menjadi khutbah di Masjid At-Taqwa Markas Komando Bela Negara Kementerian Pertahanan, menitikberatkan pada pentingnya kesadaran bela negara sebagai bagian dari implementasi nilai keimanan. Ia mengajak jamaah untuk memahami bahwa bela negara tidak hanya diwujudkan dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Momentum ini memperlihatkan bahwa dakwah tidak lagi terbatas pada ruang-ruang konvensional, tetapi telah berkembang menjadi medium strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Melalui mimbar khutbah, pesan-pesan keislaman yang moderat dan inklusif disampaikan sebagai fondasi moral dalam menghadapi dinamika zaman.
Kehadiran Rektor dan Humas UIN Mataram di dua mimbar nasional tersebut sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara dunia akademik dan institusi negara dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Hal ini juga menegaskan posisi UIN Mataram sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif dalam membangun peradaban melalui dakwah intelektual yang mencerahkan.
Dengan semangat sinergi ini, UIN Mataram terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata bagi bangsa melalui penguatan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat dan kemajuan Indonesia. Adita@Humas-ppid


