Jakarta, 26 Juni 2025 : Sidang Kelulusan yang diselenggarakan Panitia Nasional UM-PTKIN 2025 menjadi momen penuh makna yang tak hanya menandai berakhirnya proses seleksi nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), tetapi juga menjadi panggung lahirnya arah baru pemikiran dan semangat perubahan dalam pendidikan Islam. Di hadapan para rektor, pimpinan PTKIN, dan jajaran Kementerian Agama, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., menyampaikan seruan yang menggugah: “Pendidikan Islam tidak cukup hanya mengisi kepala, ia harus menyentuh hati, menghidupkan nurani, dan membangkitkan cinta.”

Dalam arahanya yang sarat makna dan visi masa depan, Prof. Nasaruddin menekankan bahwa pendidikan Islam harus memasuki fase transformatif: dari yang sekadar menekankan aspek kognitif menuju pendekatan yang holistik. “Hari ini kita tidak sedang kekurangan orang pintar. Yang kita butuhkan adalah orang yang mampu mencintai, memimpin dengan akhlak, dan melayani dengan keikhlasan. Karena itu, Kurikulum Cinta berbasis ESQ: Emotional, Spiritual, dan Qur’anic Intelligence harus menjadi jantung baru dari pendidikan Islam,” tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, lembut dalam rasa, dan tangguh dalam menghadapi perubahan. “Yang kita bangun bukan sekadar institusi pendidikan, tapi peradaban yang hidup dan berdenyut dengan nilai-nilai kasih, empati, dan kebersamaan,” ujarnya.

Lebih dari itu, Menteri Agama juga memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh panitia penyelenggara UM-PTKIN, baik nasional maupun lokal, yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja luar biasa dalam menyukseskan proses seleksi ini. “Kalian adalah pejuang sunyi bekerja dalam senyap namun hasilnya nyata. Di balik keberhasilan UM-PTKIN tahun ini ada sinergi yang kuat, energi yang tak terlihat, dan semangat pengabdian yang luar biasa,” tuturnya.

Prof. Nasaruddin menyebut keberhasilan ini bukan hanya soal teknis penyelenggaraan, tetapi juga tentang jiwa kolektif yang bekerja dalam semangat kolaboratif, lintas wilayah dan lintas peran. “Inilah wajah sejati Kementerian Agama: kokoh dalam struktur, tapi juga hangat dalam jiwa,” katanya dengan penuh kebanggaan.

Dalam laporan teknis yang disampaikan, Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., menegaskan bahwa UM-PTKIN 2025 telah menunjukkan capaian yang membanggakan. Dari jumlah pendaftar, percepatan proses, hingga kualitas layanan yang lebih merata. “Sistem seleksi kita semakin adaptif, aman, dan terpercaya. Dan yang paling penting, ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen panitia nasional, panitia lokal, dan semua mitra yang terlibat,” jelasnya.

Ketua Panitia Nasional PMB 2025, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua Forum Rektor PTKIN se-Indonesia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan luar biasa dari Menteri Agama, Dirjen Pendis, Direktur, Sesdirjen, Staf Khusus Menteri, para rektor dan ketua PTKIN, serta seluruh panitia lokal di seluruh Indonesia. Menurutnya, kontribusi dan partisipasi aktif seluruh elemen ini telah menghantarkan kesuksesan penyelenggaraan UM-PTKIN yang juga sebagai manifestasi nyata komitmen kolektif dalam membangun masa depan pendidikan Islam yang lebih baik. Adita@Humas