MATARAM; Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Dit. PTKI) kembali mengambil langkah strategis dalam mendorong penguatan ekosistem akademik melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Litapdimas 2025. Kegiatan yang berlangsung tanggal 2 – 4 Desember 2025 di Hotel Aston Bekasi jawa Barat ini menjadi momentum penting dalam menyatukan arah, memperkuat kolaborasi, serta memastikan bahwa program penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan PTKI berjalan semakin efektif, akuntabel, dan berdampak luas.

Rakor yang dihadiri oleh perwakilan LP2M PTKIN, para pengelola program, hingga stakeholder terkait ini difokuskan pada upaya merumuskan strategi bersama dalam penguatan Litapdimas – program bantuan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat yang menjadi salah satu instrumen utama dalam mewujudkan perguruan tinggi keagamaan Islam yang kompetitif dan berdaya saing global. Dalam rakor ini LP2M UIN  Mataram mengutus Ketua Prof. Dr. H. Kadri, M.Si dan Sekertaris LP2M Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami di LP2M UIN Mataram kata Prof Kadri. “Sebagai Ketua LP2M UIN Mataram, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Direktorat PTKI atas penyelenggaraan Rakor ini. Semoga hasil rumusan bersama yang telah disepakati dapat menjadi pendorong transformasi akademik yang lebih progresif di lingkungan PTKI. Kami siap berkontribusi dan berkolaborasi demi kemajuan penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat yang semakin berkualitas”, demikian Prof. Kadri menjelaskan di sela kegiatan Rakor.

Sekretaris LP2M UIN MAtaram, Prof. Akhmad Asyari menambahkan bahwa rakor ini tidak hanya menjadi ruang koordinasi, tetapi juga wadah pembelajaran kolektif tentang bagaimana meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat budaya publikasi ilmiah, dan memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat di lingkungan PTKI. Prof Asyari menyebut bahwa seluruh rangkaian diskusi dan penyusunan strategi dalam rakor ini menghadirkan semangat baru untuk terus berbenah, termasuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antar-LP2M, terutama dalam memperkuat jaringan riset dan mendorong percepatan publikasi ilmiah yang bereputasi.

Dalam arahan pra-pembukaan, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Nur Khafid, S.Th.I.,M.Sc menegaskan  bahwa tahun 2025 menjadi fase konsolidasi dan akselerasi mutu akademik, terutama melalui peningkatan tata kelola bantuan penelitian, perluasan akses publikasi ilmiah bereputasi, serta optimalisasi program pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan riil (need-based community service). Pendekatan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan PTKI.

Kegiatan ini di buka oleh Direktur PTKI Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Dalam kesempatan ini beliau Prof. Sahiron menegaskan pentingnya tetap mengutamakan kajian teks keagamaan dalam juknis penelitian sebagai identitas khas PTKIN; meminta agar ASTAPROTAS diterjemahkan secara jelas dalam juknis, termasuk integrasi kurikulum berbasis cinta dengan ekoteologi; mendorong penyesuaian seluruh penelitian dan pengabdian dengan arah strategis tersebut; membuka peluang dosen muda untuk mengabdi di lembaga internasional; serta menargetkan terwujudnya internasionalisasi penelitian dan pengabdian pada tahun 2026.

Beberapa agenda strategis turut dibahas dalam rakor ini antara lain penyempurnaan mekanisme seleksi proposal penelitian, penguatan integritas akademik, fasilitasi percepatan publikasi internasional, serta penyelarasan program pengabdian dengan isu-isu prioritas nasional seperti moderasi beragama, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan literasi digital masyarakat. Rakor juga menjadi ruang dialog terbuka untuk mengevaluasi pelaksanaan program Litapdimas tahun sebelumnya, termasuk identifikasi tantangan seperti kesenjangan kapasitas peneliti, keterbatasan publikasi bereputasi, hingga kebutuhan integrasi sistem digital yang lebih transparan dan responsif.

Para peserta menilai Rakor ini sebagai wujud komitmen Dit. PTKI dalam membangun ekosistem riset dan publikasi yang lebih sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak. Harapannya, hasil Rakor Litapdimas 2025 mampu menjadi pijakan kuat dalam mendorong transformasi PTKI menuju perguruan tinggi yang lebih maju, unggul, serta kontributif bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan konsolidasi yang matang dan semangat kolaborasi yang terus diperkuat, Litapdimas 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkokoh budaya akademik dan meningkatkan daya saing PTKI di tingkat nasional maupun global.

Penutupan rapat Koordinasi oleh Prof. Arskal Salim menekankan bahwa keberhasilan program Litapdimas harus diukur dari dampaknya terhadap kualitas perguruan tinggi, akreditasi program studi, kenaikan jabatan fungsional dosen, serta keterlibatan mahasiswa. Best practice tahun 2026 akan ditentukan berdasarkan evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program sebelumnya. Selain itu, ditetapkan bahwa KKN Nusantara 2026 akan diselenggarakan di UIN Madura, dengan penekanan pada perlindungan mahasiswa melalui skema asuransi yang diatur oleh masing-masing satker.

Secara keseluruhan, rapat koordinasi ini menegaskan komitmen Kementerian Agama dan PTKIN untuk memperkuat penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya berdampak akademik, tetapi juga sosial, ekonomi, dan kebijakan. Dengan arah baru yang lebih terintegrasi, berbasis ASTACITA dan ASTAPROTAS, serta berorientasi internasional, Litapdimas diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. LP2M-Adita@Humas-ppid