MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada pemeringkatan Webometrics 2026, UIN Mataram berhasil bertahan di peringkat ke-6 nasional PTKIN, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri terbaik di Indonesia. Capaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja kolektif, konsistensi, dan strategi komunikasi akademik yang dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Ahad, 11/01/2026
Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Rektor PTKN Indonesia, mengungkapkan bahwa lonjakan peringkat Webometrics UIN Mataram mencerminkan transformasi budaya akademik dan tata kelola informasi kampus yang semakin adaptif terhadap era digital. Sejak tahun 2022, UIN Mataram secara konsisten mengalami peningkatan signifikan: dari peringkat 28 (2022), naik ke peringkat 21 (2023), kemudian peringkat 19 (2024), melonjak drastis ke peringkat 6 (2025), dan bertahan di peringkat 6 nasional pada tahun 2026.
“Webometrics tidak hanya soal teknologi, tetapi tentang sejauh mana perguruan tinggi menghidupkan ekosistem pengetahuan di ruang digital,” tegas Prof. Masnun. Seluruh sivitas akademika—dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni—didorong untuk aktif berkontribusi melalui publikasi apa pun yang mencerminkan potensi, aktivitas, dan keunggulan kampus.
Lebih jauh, Rektor menekankan pentingnya optimalisasi seluruh potensi kampus melalui semangat ‘sedekah posting’. Setiap konten positif tentang UIN Mataram, baik prestasi mahasiswa, inovasi dosen, keunggulan program studi, pengabdian masyarakat, hingga aktivitas kelembagaan, dipandang sebagai kontribusi strategis dalam membangun visibilitas dan reputasi digital institusi.
Upaya tersebut diperkuat dengan branding kampus yang berkelanjutan melalui berbagai platform media sosial resmi UIN Mataram. Strategi komunikasi dijalankan secara terpadu dengan pendekatan yang oleh Rektor dianalogikan sebagai “serangan darat, laut, dan udara” menggabungkan website institusi, media sosial, media massa, serta jejaring komunitas akademik dan masyarakat.
“Branding kampus hari ini bukan sekadar promosi, tetapi ikhtiar kolektif membangun kepercayaan publik dan peradaban ilmu,” ujarnya.
Keberhasilan UIN Mataram menembus dan bertahan di 10 besar PTKIN nasional menjadi bukti bahwa transformasi digital, komunikasi publik yang progresif, dan budaya kolaboratif mampu mengangkat daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam di level nasional, bahkan global. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Mataram untuk terus melaju sebagai kampus unggul, inklusif, dan berdampak bagi umat dan bangsa. Adita@Humas-ppid
MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada pemeringkatan Webometrics 2026, UIN Mataram berhasil bertahan di peringkat ke-6 nasional PTKIN, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri terbaik di Indonesia. Capaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja kolektif, konsistensi, dan strategi komunikasi akademik yang dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Ahad, 11/01/2026
Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Rektor PTKN Indonesia, mengungkapkan bahwa lonjakan peringkat Webometrics UIN Mataram mencerminkan transformasi budaya akademik dan tata kelola informasi kampus yang semakin adaptif terhadap era digital. Sejak tahun 2022, UIN Mataram secara konsisten mengalami peningkatan signifikan: dari peringkat 28 (2022), naik ke peringkat 21 (2023), kemudian peringkat 19 (2024), melonjak drastis ke peringkat 6 (2025), dan bertahan di peringkat 6 nasional pada tahun 2026.
“Webometrics tidak hanya soal teknologi, tetapi tentang sejauh mana perguruan tinggi menghidupkan ekosistem pengetahuan di ruang digital,” tegas Prof. Masnun. Seluruh sivitas akademika—dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni—didorong untuk aktif berkontribusi melalui publikasi apa pun yang mencerminkan potensi, aktivitas, dan keunggulan kampus.
Lebih jauh, Rektor menekankan pentingnya optimalisasi seluruh potensi kampus melalui semangat ‘sedekah posting’. Setiap konten positif tentang UIN Mataram, baik prestasi mahasiswa, inovasi dosen, keunggulan program studi, pengabdian masyarakat, hingga aktivitas kelembagaan, dipandang sebagai kontribusi strategis dalam membangun visibilitas dan reputasi digital institusi.
Upaya tersebut diperkuat dengan branding kampus yang berkelanjutan melalui berbagai platform media sosial resmi UIN Mataram. Strategi komunikasi dijalankan secara terpadu dengan pendekatan yang oleh Rektor dianalogikan sebagai “serangan darat, laut, dan udara” menggabungkan website institusi, media sosial, media massa, serta jejaring komunitas akademik dan masyarakat.
“Branding kampus hari ini bukan sekadar promosi, tetapi ikhtiar kolektif membangun kepercayaan publik dan peradaban ilmu,” ujarnya.
Keberhasilan UIN Mataram menembus dan bertahan di 10 besar PTKIN nasional menjadi bukti bahwa transformasi digital, komunikasi publik yang progresif, dan budaya kolaboratif mampu mengangkat daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam di level nasional, bahkan global. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Mataram untuk terus melaju sebagai kampus unggul, inklusif, dan berdampak bagi umat dan bangsa. Adita@Humas-ppid
MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada pemeringkatan Webometrics 2026, UIN Mataram berhasil bertahan di peringkat ke-6 nasional PTKIN, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri terbaik di Indonesia. Capaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja kolektif, konsistensi, dan strategi komunikasi akademik yang dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Ahad, 11/01/2026
Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Rektor PTKN Indonesia, mengungkapkan bahwa lonjakan peringkat Webometrics UIN Mataram mencerminkan transformasi budaya akademik dan tata kelola informasi kampus yang semakin adaptif terhadap era digital. Sejak tahun 2022, UIN Mataram secara konsisten mengalami peningkatan signifikan: dari peringkat 28 (2022), naik ke peringkat 21 (2023), kemudian peringkat 19 (2024), melonjak drastis ke peringkat 6 (2025), dan bertahan di peringkat 6 nasional pada tahun 2026.
“Webometrics tidak hanya soal teknologi, tetapi tentang sejauh mana perguruan tinggi menghidupkan ekosistem pengetahuan di ruang digital,” tegas Prof. Masnun. Seluruh sivitas akademika—dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni—didorong untuk aktif berkontribusi melalui publikasi apa pun yang mencerminkan potensi, aktivitas, dan keunggulan kampus.
Lebih jauh, Rektor menekankan pentingnya optimalisasi seluruh potensi kampus melalui semangat ‘sedekah posting’. Setiap konten positif tentang UIN Mataram, baik prestasi mahasiswa, inovasi dosen, keunggulan program studi, pengabdian masyarakat, hingga aktivitas kelembagaan, dipandang sebagai kontribusi strategis dalam membangun visibilitas dan reputasi digital institusi.
Upaya tersebut diperkuat dengan branding kampus yang berkelanjutan melalui berbagai platform media sosial resmi UIN Mataram. Strategi komunikasi dijalankan secara terpadu dengan pendekatan yang oleh Rektor dianalogikan sebagai “serangan darat, laut, dan udara” menggabungkan website institusi, media sosial, media massa, serta jejaring komunitas akademik dan masyarakat.
“Branding kampus hari ini bukan sekadar promosi, tetapi ikhtiar kolektif membangun kepercayaan publik dan peradaban ilmu,” ujarnya.
Keberhasilan UIN Mataram menembus dan bertahan di 10 besar PTKIN nasional menjadi bukti bahwa transformasi digital, komunikasi publik yang progresif, dan budaya kolaboratif mampu mengangkat daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam di level nasional, bahkan global. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Mataram untuk terus melaju sebagai kampus unggul, inklusif, dan berdampak bagi umat dan bangsa. Adita@Humas-ppid
MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada pemeringkatan Webometrics 2026, UIN Mataram berhasil bertahan di peringkat ke-6 nasional PTKIN, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri terbaik di Indonesia. Capaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja kolektif, konsistensi, dan strategi komunikasi akademik yang dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Ahad, 11/01/2026
Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Rektor PTKN Indonesia, mengungkapkan bahwa lonjakan peringkat Webometrics UIN Mataram mencerminkan transformasi budaya akademik dan tata kelola informasi kampus yang semakin adaptif terhadap era digital. Sejak tahun 2022, UIN Mataram secara konsisten mengalami peningkatan signifikan: dari peringkat 28 (2022), naik ke peringkat 21 (2023), kemudian peringkat 19 (2024), melonjak drastis ke peringkat 6 (2025), dan bertahan di peringkat 6 nasional pada tahun 2026.
“Webometrics tidak hanya soal teknologi, tetapi tentang sejauh mana perguruan tinggi menghidupkan ekosistem pengetahuan di ruang digital,” tegas Prof. Masnun. Seluruh sivitas akademika—dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni—didorong untuk aktif berkontribusi melalui publikasi apa pun yang mencerminkan potensi, aktivitas, dan keunggulan kampus.
Lebih jauh, Rektor menekankan pentingnya optimalisasi seluruh potensi kampus melalui semangat ‘sedekah posting’. Setiap konten positif tentang UIN Mataram, baik prestasi mahasiswa, inovasi dosen, keunggulan program studi, pengabdian masyarakat, hingga aktivitas kelembagaan, dipandang sebagai kontribusi strategis dalam membangun visibilitas dan reputasi digital institusi.
Upaya tersebut diperkuat dengan branding kampus yang berkelanjutan melalui berbagai platform media sosial resmi UIN Mataram. Strategi komunikasi dijalankan secara terpadu dengan pendekatan yang oleh Rektor dianalogikan sebagai “serangan darat, laut, dan udara” menggabungkan website institusi, media sosial, media massa, serta jejaring komunitas akademik dan masyarakat.
“Branding kampus hari ini bukan sekadar promosi, tetapi ikhtiar kolektif membangun kepercayaan publik dan peradaban ilmu,” ujarnya.
Keberhasilan UIN Mataram menembus dan bertahan di 10 besar PTKIN nasional menjadi bukti bahwa transformasi digital, komunikasi publik yang progresif, dan budaya kolaboratif mampu mengangkat daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam di level nasional, bahkan global. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Mataram untuk terus melaju sebagai kampus unggul, inklusif, dan berdampak bagi umat dan bangsa. Adita@Humas-ppid
MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada pemeringkatan Webometrics 2026, UIN Mataram berhasil bertahan di peringkat ke-6 nasional PTKIN, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri terbaik di Indonesia. Capaian ini bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja kolektif, konsistensi, dan strategi komunikasi akademik yang dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir. Ahad, 11/01/2026

Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Rektor PTKN Indonesia, mengungkapkan bahwa lonjakan peringkat Webometrics UIN Mataram mencerminkan transformasi budaya akademik dan tata kelola informasi kampus yang semakin adaptif terhadap era digital. Sejak tahun 2022, UIN Mataram secara konsisten mengalami peningkatan signifikan: dari peringkat 28 (2022), naik ke peringkat 21 (2023), kemudian peringkat 19 (2024), melonjak drastis ke peringkat 6 (2025), dan bertahan di peringkat 6 nasional pada tahun 2026.
“Webometrics tidak hanya soal teknologi, tetapi tentang sejauh mana perguruan tinggi menghidupkan ekosistem pengetahuan di ruang digital,” tegas Prof. Masnun. Seluruh sivitas akademika—dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga alumni—didorong untuk aktif berkontribusi melalui publikasi apa pun yang mencerminkan potensi, aktivitas, dan keunggulan kampus.
Lebih jauh, Rektor menekankan pentingnya optimalisasi seluruh potensi kampus melalui semangat ‘sedekah posting’. Setiap konten positif tentang UIN Mataram, baik prestasi mahasiswa, inovasi dosen, keunggulan program studi, pengabdian masyarakat, hingga aktivitas kelembagaan, dipandang sebagai kontribusi strategis dalam membangun visibilitas dan reputasi digital institusi.
Upaya tersebut diperkuat dengan branding kampus yang berkelanjutan melalui berbagai platform media sosial resmi UIN Mataram. Strategi komunikasi dijalankan secara terpadu dengan pendekatan yang oleh Rektor dianalogikan sebagai “serangan darat, laut, dan udara” menggabungkan website institusi, media sosial, media massa, serta jejaring komunitas akademik dan masyarakat.
“Branding kampus hari ini bukan sekadar promosi, tetapi ikhtiar kolektif membangun kepercayaan publik dan peradaban ilmu,” ujarnya.
Keberhasilan UIN Mataram menembus dan bertahan di 10 besar PTKIN nasional menjadi bukti bahwa transformasi digital, komunikasi publik yang progresif, dan budaya kolaboratif mampu mengangkat daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam di level nasional, bahkan global. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Mataram untuk terus melaju sebagai kampus unggul, inklusif, dan berdampak bagi umat dan bangsa. Adita@Humas-ppid


