Mataram – Dunia pendidikan anak usia dini kembali mendapatkan suntikan semangat baru dari kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Pada akhir semester genap 2025, mahasiswa semester 2 Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) merilis puluhan buku dongeng untuk anak usia dini sebagai hasil dari Ujian Akhir Semester mata kuliah Seni Mendongeng untuk Anak Usia Dini. Rilisan buku ini bukan hanya sekadar tugas akhir, tetapi menjadi tonggak penting dalam penguatan literasi anak dan revitalisasi metode pendidikan berbasis cerita.

Mata kuliah ini dibimbing oleh dua dosen seni terkemuka UIN Mataram, Yuga Anggana S., S.Pd., M.Sn dan Rifki Ayu Rosmita, M.Pd., yang dikenal luas atas kiprah dan kontribusinya dalam dunia seni pertunjukan, ilustrasi, dan pendidikan anak. Keduanya mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori mendongeng, tetapi juga menciptakan karya nyata yang bisa dimanfaatkan secara langsung di lembaga-lembaga PAUD.

“Kami ingin mahasiswa tak sekadar bisa bercerita, tapi juga berkontribusi—membuat sesuatu yang nyata, berguna, dan abadi. Buku dongeng adalah bentuk warisan yang bisa terus dibaca dan membentuk karakter anak-anak Indonesia,” ujar Yuga Anggana saat peluncuran karya mahasiswa.

Para mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan diberi tantangan untuk menulis naskah dongeng orisinal, menggambar ilustrasi, serta merancang layout buku menggunakan aplikasi digital seperti Canva, CorelDRAW, hingga Adobe Illustrator. Hasilnya adalah lebih dari 30 buku dongeng yang kaya warna, sarat pesan moral, dan dirancang khusus untuk anak-anak usia dini.

Buku Dongeng Sebagai Investasi Karakter dan Literasi Anak

Proyek ini bertujuan untuk: (1) Menumbuhkan kreativitas dan keterampilan literasi mahasiswa melalui penciptaan buku cerita, (2) Menghasilkan media belajar berbasis nilai-nilai Islami dan kearifan lokal yang kontekstual, (3) Mendorong mahasiswa untuk berinovasi menggunakan teknologi desain dan animasi digital dan, (4) Memberikan sumbangsih langsung kepada masyarakat melalui karya nyata yang bisa digunakan di PAUD, TK Islam, maupun ruang keluarga.

Menurut Rifki Ayu Rosmita, buku-buku ini dirancang bukan hanya sebagai bahan bacaan, tetapi sebagai alat edukatif yang transformatif. “Anak-anak bukan hanya diajak mendengar cerita, tapi diajak merasakan, memahami, dan meneladani. Buku dongeng ini juga menjadi alat guru dan orang tua untuk membangun interaksi yang hangat dan mendidik,” ungkapnya.

Kontribusi Nyata Kampus bagi Pendidikan Anak Usia Dini

Rilisnya buku-buku dongeng ini membuktikan bahwa UIN Mataram tidak hanya menjadi institusi akademik, tetapi juga motor penggerak literasi anak usia dini di NTB. Dalam situasi di mana kebutuhan akan konten edukatif yang berkualitas semakin tinggi, hadirnya karya orisinal dari mahasiswa menjadi jawaban konkret atas krisis narasi dan media pembelajaran anak yang berkualitas, Islami, dan kreatif.

Dosen, mahasiswa, hingga praktisi PAUD yang hadir dalam kegiatan ini sepakat bahwa ini bukan sekadar ujian akhir—ini adalah karya kebudayaan yang akan hidup, tumbuh, dan terus dibaca oleh generasi mendatang.