SURABAYA: Semangat memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Islam terus digelorakan. Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., menyerukan gerakan bersama untuk melakukan lompatan besar dalam publikasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN Tahun 2026.

Seruan tersebut disampaikan dalam forum konsolidasi nasional kehumasan PTKIN sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik yang lebih menyentuh, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kamis, 12/02/2026Dalam suasana penuh optimisme, Prof. Masnun menekankan bahwa publikasi SPAN PTKIN bukan sekadar aktivitas penyebaran informasi administratif penerimaan mahasiswa baru. Lebih dari itu, publikasi merupakan jembatan harapan bagi generasi muda untuk mengenal peluang pendidikan yang berkualitas, sekaligus menjadi ruang dakwah intelektual yang membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.“Promosi SPAN PTKIN harus dilakukan secara serentak dan menyentuh seluruh ruang komunikasi masyarakat. Kita harus memastikan informasi ini menjangkau semua jalur, baik darat, laut, maupun udara. Artinya, kita hadir di setiap ruang publik, media sosial, komunitas pendidikan, hingga wilayah yang sulit dijangkau sekalipun,” ungkap Prof. Masnun dengan penuh semangat.Ia menegaskan bahwa PTKIN memiliki potensi besar yang perlu disampaikan kepada publik secara lebih humanis dan inspiratif. Narasi publikasi tidak hanya menonjolkan keunggulan akademik, tetapi juga perlu menghadirkan kisah nyata tentang perjalanan mahasiswa, kontribusi alumni, inovasi riset, serta peran PTKIN dalam membangun harmoni sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurut Prof. Masnun, keberhasilan publikasi tidak hanya diukur dari angka pendaftar, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh insan kehumasan PTKIN untuk terus berinovasi dalam membangun strategi komunikasi yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan informasi yang edukatif.

Sementara itu, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap jalur SPAN PTKIN 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga penutupan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), tercatat sebanyak 14.438 data pendaftar berhasil dihimpun dari berbagai daerah di Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa proses pendaftaran SPAN PTKIN 2026 yang berlangsung sejak 11 Februari hingga 28 Februari 2026 mendapatkan respons yang menggembirakan. Dalam waktu sepuluh jam sejak pembukaan pendaftaran, tercatat sebanyak 1.800 calon mahasiswa telah melakukan registrasi. Tahun ini, PTKIN menargetkan kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SPAN mencapai 184.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.Prof. Abd. Aziz menambahkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi seluruh tim kehumasan PTKIN yang terus berupaya memberikan layanan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat. Ia menilai bahwa sinergi antar-PTKIN menjadi kunci utama dalam memperkuat citra kelembagaan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem seleksi nasional PTKIN.Konsolidasi nasional ini juga menjadi ruang refleksi bersama untuk merumuskan peta jalan strategi publikasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Penguatan framework seleksi nasional UM-PTKIN 2026 turut menjadi bagian penting dalam memastikan sistem penerimaan mahasiswa baru berjalan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas.Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, PTKIN optimis mampu memperluas jangkauan informasi SPAN PTKIN 2026 sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi keagamaan Islam sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan peradaban yang membawa manfaat bagi bangsa dan kemanusiaan. Gerakan publikasi melalui semua jalur yang digaungkan menjadi simbol keseriusan PTKIN untuk hadir lebih dekat, lebih ramah, dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.Adita@Humas-ppid