Berita Humas: Menteri Agama RI K.H Yaqut Cholil Qoumas hari ini secara resmi membuka Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan (PWN-PTK) XV Tahun 2021 di Jakabaring Sport City Palembang, ditandai dengan menyalakan api unggun virtual.

“Nilai-Nilai kepramukaan; Kemandirian gotong royong perjuangan hidup keberanian dan kepekaan sosial harus bisa mampu ditrasformasikan kepada Mahasiswa”.tegasnya

Dalam sambutannya, Gus Men menyampaikan Pramuka adalah sarana pembinaan generasi muda.
“Gerakan Pramuka sudah mengakar secara Historis diseluruh Nusantara sebagai Wadah pembinaan generasi muda, Paramuka menciptakan Kader perubahan” paparnya

Menteri juga mengatakan, bahwa “Pramuka Masa depan Indonesia,Indonesia Masa Depan Pramuka, Pramuka harus menjadi rumah bersama bagi sekumpulan generasi muda yang ingin Berkembang berkarya dan menempa diri” terangnya
Ia juga berharap nilai-nilai pramuka bisa ditransformasikan kepada mahasiswa dan juga memiliki pemahaman keagamaan yang Rahmatan Lil Alamin.

“PTK harus menyiapkan dan mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki pemahaman dan kapasitas keagamaan yang Rahmatan Lil Alamin pemahaman keagamaan yang inklusif toleran dan damai menjadi keniscayaan ditengah-tengah plural kebangsaan”.harapnya

Sebelumnya Ketua Panitia Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa kegiatan PWN-PTK XV tahun 2021 ini berlangsung mulai dari 9 – 14 Nopember 2021 di area Jakabaring Sport City Palembang dan diikuti 1176 orang peserta secara daring dan luring dari 58 PTK, dengan tema “Konsistensi dalam Moderasi Beragama, Berkarya untuk Bangsa”
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya menyambut baik kegiatan PWN-PTK XV ini. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi yang tinggi untuk Kementerian Agama atas dipilihnya Sumatera Selatan/UIN Raden Fatah Palembang menjadi Tuan Rumah.

Menurut Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir menyampaikan bahwa Perkemahan Wirakarya Nasional dengan tema “Konsistensi dalam Moderasi Beragama, Berkarya untuk Bangsa”
“Nilai-nilai yang termuat dalam tema tersebut tentu merupakan sesuatu yang sangat amat penting sekali untuk di internalisasi oleh seluruh peserta pramuka sebagai generasi bangsa dan bernegara NKRI yang tercinta dengan keragaman dalam banyak aspek seperti agama, suku, bahasa, daerah dan lainnya”.tuturnya

Keragaman tersebut dapat eksis dalam satu napas kebangsaan yang solid dan kesatuan bernegara Republik Indonesia. Untuk kontinuitas dan sustainabilitas Kondisi kebangsaan dan kenegaraan yang unsur-unsurnya sangat beragam tersebut niscaya semua individu dan elemen masyarakat harus menghayati nilai Unity in Diversity, Bhinneka Tunggal Ika”. pungkasnya (Adita@Humasuinma)