Kegiatan Konsolidasi Nasional Kerja-kerja Pusat studi Gender dan Anak (PSGA) PTKI  dengan tema Strengthening Gender Justice, Inclusion, and Violence-Free Campuses within teh Islamic Higher Education Ecosystem diselenggarakan di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Pada kegiatan pembukaan dihadiri langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Phil. H. Sahiron, MA. Dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag. Pada sambutannya Bapak Dirjen menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan ruh dan semangat penerapan kurikulum berbasis cinta (KBC) yang dicanangkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Kegiatan konsolidasi nasional ini merupakan penguatan ekosistem pendidikan tinggi keagamaan islam yang adil gender, inklusif dan terbebas dari segala bentuk kekerasan. Sehingga pada kegiatan pembuka dikuatkan dengan Pendatanganan Fakta Integritas Anti kekerasan sebagai bentuk komitmen bersama membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam mulai dari pimpinan dan semua unsur di lingkungan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Ini sejalan dengan ajakan dan himbauan pada opening remaks Prof. H. Arskal Salim, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam “Mari kita ubah ruang pendidikan Islam menjadi taman yang aman, di mana anak perempuan dan laki-laki bisa uimbuh setara dalam cahaya ilmu, tanpa bayang-bayang rasa takut”.

Forum nasional  ini dihadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam seluruh Indonesia, yang berlangsung dari 30 Juni sampai dengan 3 Juli 2026. Kegiatan ini sekaligus sebagai penyelenggaraan Musyawarah Nasional Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) yang ke III. Forum ini dihadiri langsung oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram Prof. Dr. H. Kadri, MA. dan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Dr. Erma Suriani, S.Ag.,M.S.I.

Di samping itu juga, alasan kenapa kegiatan ini mengambil durasi waktu yang cukup lama, yaitu tiga hari, karena dirangkai juga dengan konsolidasi dan musyawarah nasional PSGA dan sekaligus LP2M seluruh Indonesia untuk saling berkolaborasi dan saling bekerja sama mewujudkan praktik baik penanganan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Karena kegiatan ini juga kerja intelektual dalam rangka membangun jaringan kerja dengan pegiat gender dan anak di luar PTKI, sehingga kegiatan dirangkai juga dengan International Conference, dalam bentuk General Session dan parallel session. Pada General Session tema besarnya adalah “Empowering an Islamic Higher Education Ecosystem that is Gender-Equitable, Inclusive, and Free from All Forms of Violence”. Tema dan nara sumber cukup beragam, antara lain: Advocating for Change: Cultural and Institutional Factors of Sexual Violence in Indonesia ole Katrin Bandel, Ph.D. dari Jerman. Gender-Just Islamic Studies Discourse in the Indonesian Islamic Higher Education Ecosystem, yang disampaikan oleh nara sumber yang populer di kalangan ngaji online,  dengan Ngaji KGI-nya, Ny. Hj. Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm. dari PTIQ Jakarta. Strengthening Gender Equality Narratives in Islam, oleh pegiat pesantren dan kajian turats  atau kajian kitab kuning, yaitu KH. Dr. (HC) Husein Muhammad, dari Darut Tauhid Islamic Boarding School, Cirebon. Dan  The Internalization of Gender Justice Values in the Pesantren Educational System: Lessons from Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon yang disampaikan langsung oleh pimpinan pesantrennya, Nyai. Hj. Masriah Amva, Kebon Jambu Islamic Boarding School, Cirebon. @humas