Human ( 28-10-2025)- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terus menunjukkan komitmennya terhadap pengarusutamaan gender dalam dunia pendidikan. Melalui kegiatan Workshop Penulisan Bahan Ajar Responsif Gender yang digelar pada Senin, 27 Oktober 2025. LP2M berupaya memperkuat literasi kesetaraan di lingkungan akademik, sekaligus menanamkan nilai-nilai inklusif dalam setiap proses pembelajaran.
Kegiatan yang berlangsung di di ruang meeting gedung Training Center Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini menghadirkan para dosen dan peneliti lintas Fakultas dan tamu luar dari beberapa Perguruan Tinggi swasta mitra yang antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Workshop ini menjadi ruang refleksi dan pembekalan bagi para pendidik untuk memastikan bahan ajar yang mereka susun tidak hanya informatif, tetapi juga berkeadilan dan bebas dari bias gender.

Dalam sambutannya, Ketua LP2M UIN Mataram,Prof. Dr. H. Kadri, M.Si, menegaskan pentingnya kesadaran gender dalam dunia pendidikan tinggi. “Bahan ajar bukan sekadar teks pembelajaran, tetapi medium yang membentuk cara pandang terhadap keadilan dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap pengajar memiliki perspektif yang peka dan adil terhadap semua gender,” ujarnya. Kegiatan ini di buka langsung oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag, dalam arahannya beliau menyampaikan, hari ini, kita tidak sekadar berbicara tentang menulis bahan ajar, tetapi tentang menulis kesetaraan, keadilan, dan nilai kemanusiaan ke dalam ruang-ruang pendidikan kita.

Sebagai institusi Islam yang berkomitmen pada ilmu dan nilai rahmatan lil ‘alamin, UIN Mataram harus menjadi pelopor dalam memastikan bahwa setiap bahan ajar yang kita hasilkan tidak meminggirkan siapa pun, tetapi menguatkan semua. Isu gender bukan sekadar tentang perempuan atau laki-laki, tetapi tentang cara kita memperlakukan manusia secara adil dalam setiap narasi akademik. Ketika bahan ajar memuat nilai kesetaraan, maka kita sedang menanamkan fondasi masyarakat yang lebih beradab. Saya mengapresiasi LP2M UIN Mataram yang telah menggagas kegiatan ini sebagai langkah nyata menuju kampus yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga sensitif terhadap keadilan sosial dan kemanusiaan.
Semoga workshop ini melahirkan penulis-penulis bahan ajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tajam secara nurani.
Mari kita jadikan pena dan pikiran kita sebagai alat perjuanga, bukan hanya untuk mencerdaskan bangsa, tetapi juga untuk menegakkan keadilan dalam pendidikan. Sementara itu, narasumber utama, Dr. Zusiana Elly Triantini, S.HI.,M.Si, dari P2GHA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dr. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriah, M.Si dari PRG SKSG Universitas Indonesia, mereka memaparkan strategi konkret dalam menulis bahan ajar yang responsif gender. Ia menekankan pentingnya pemilihan bahasa, ilustrasi, dan contoh kasus yang tidak menstereotipkan peran laki-laki maupun perempuan, serta mengedepankan nilai kesetaraan sesuai prinsip Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Peserta workshop juga diajak untuk melakukan review terhadap bahan ajar yang telah mereka tulis, menelusuri potensi bias, dan mendiskusikan cara memperbaikinya agar lebih inklusif. Suasana diskusi berlangsung hidup dan produktif, mencerminkan semangat baru dalam membangun budaya akademik yang sensitif terhadap isu kesetaraan. Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut berupa pendampingan penulisan bahan ajar responsif gender di setiap Fakultas. Langkah ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat citra UIN Mataram sebagai kampus moderat dan berkeadilan gender. Dengan terselenggaranya workshop ini, LP2M UIN Mataram tak hanya memperkuat literasi kesetaraan, tetapi juga menegaskan peran perguruan tinggi Islam sebagai pelopor pendidikan yang inklusif, berperspektif keadilan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.@humas


