MATARAM: UIN Mataram kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang progresif dalam tata kelola komunikasi digital melalui pelaksanaan Workshop Peningkatan Pengelolaan Website Lembaga yang digelar oleh Bagian Humas dan Kerjasama di Hotel Lombok Plaza, Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., dan diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari perwakilan fakultas, unit, lembaga, mitra media, serta alumni. Minggu, 16/11/2025

Dalam laporan pelaksanaan, Koordinator Humas dan Kerjasama, H. Sapardi, SE., MM., menegaskan bahwa penguatan tata kelola website dan publikasi digital merupakan langkah strategis UIN Mataram dalam memperkuat citra institusi di ruang publik. Ia mengungkapkan bahwa dedikasi dalam membangun digital branding yang konsisten telah membawa UIN Mataram masuk dalam deretan 10 besar PTKIN dengan pengelolaan website terbaik secara nasional selama dua tahun terakhir. Capaian tersebut, menurutnya, tidak lepas dari kerja kolaboratif seluruh unsur kampus yang terus memperbaiki kualitas layanan dan keterbukaan informasi.

Dalam sambutannya, Prof. Masnun Tahir menekankan bahwa website kampus adalah jendela utama yang memperlihatkan keunggulan UIN Mataram kepada masyarakat luas. Ia menyatakan bahwa kualitas pengelolaan website tidak hanya mencerminkan profesionalitas institusi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan publik. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh operator media di fakultas, unit, dan lembaga untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperkuat kolaborasi dalam menyajikan informasi yang kredibel, cepat, dan bermanfaat.

Momentum workshop ini juga menjadi semakin istimewa dengan dianugerahkannya penghargaan Tokoh Komunikasi Publik Inspiratif IPRAHUMAS 2025 kepada Prof. Masnun Tahir. Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP IPRAHUMAS Indonesia, Fachrudin Ali Ahmad, M.Kes., sebagai bentuk pengakuan atas kiprah dan dedikasi beliau dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang harmonis dan progresif, baik di lingkungan PTKIN maupun di lingkup Kementerian Agama.

IPRAHUMAS menilai Prof. Masnun sebagai sosok pemimpin yang mampu merajut komunikasi publik yang setara antarwilayah, sekaligus mendorong penguatan kebijakan pendidikan Islam secara nasional. Dedikasi beliau dalam menyuarakan pemerataan tata kelola PTKIN dipandang sebagai kontribusi strategis bagi kemajuan pendidikan Islam. Sebagai organisasi profesi, IPRAHUMAS juga menegaskan bahwa keberhasilan agenda prioritas nasional—including program besar Astacita Presiden Prabowo Subianto—sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah dan institusi publik dalam membangun komunikasi yang efektif dan dipercaya masyarakat.

Di ranah kebijakan nasional, Prof. Masnun juga dikenal memiliki rekam jejak kuat, termasuk keberhasilannya meyakinkan Komisi VIII DPR RI pada momen Hari Pahlawan untuk menyepakati enam poin penting yang memperkuat tata kelola PTKIN secara berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya strategis mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi keagamaan. Adita@Humas-ppid