Pascasarjana bersama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram menyelenggarakan kegiatan Studium Generale Terintegrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis (23/4) bertempat di Auditorium Kampus 2 UIN Mataram. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber nasional dari Kementerian Agama RI dengan tema strategis yang relevan terhadap perkembangan generasi muda dan penguatan daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).Hadir sebagai narasumber pertama, Prof. Dr. H. Arsekal Salim GP., M.Ag. Sekretaris Direktorat jendral Pendidikan Islam Kemenag RI, yang mengangkat tema “Arah Baru Gen Z Indonesia”.

Narasumber kedua, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, M.T Kepala badan Moderasi Beragama & Penegembangan SDM/BMBPSDM Kemenag RI, menyampaikan materi bertema “Perkembangan SDM di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam: Bargaining Position PTKI dalam Mainstream Studi Islam Dunia”.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag. Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I. , serta Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian (AUPKK) Arya Hukmi, S.E., M.M. , Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, MA., Dekan FTK Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd., Bapak/Ibu Dekan di lingkungan UIN Mataram, Wakil Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Saparudin, M.Ag., Wakil Dekan I FTK Prof. Dr. M. Iwan Fitriani, M.Pd. para Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Jurusan FTK, para guru besar dan dosen, serta stakeholder dan mahasiswa Pascasarjana dan FTK UIN Mataram.Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang kreatif dan adaptif bagi mahasiswa. Menurutnya, pemahaman terhadap karakter Generasi Z menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan zaman yang serba digital.Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan UIN Mataram agar mampu bersaing secara global. Penguatan tersebut, menurutnya, harus dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan kualitas akademik dosen, penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah bereputasi, serta pengembangan kompetensi mahasiswa berbasis literasi digital, kepemimpinan, dan keterampilan abad ke-21 (21st century skills). Selain itu, Rektor menekankan pentingnya kolaborasi strategis dengan berbagai institusi, baik nasional maupun internasional, sebagai langkah konkret dalam meningkatkan daya saing lulusan dan reputasi kelembagaan.Ia juga menambahkan bahwa transformasi SDM tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga harus mencakup penguatan karakter, integritas, serta komitmen terhadap nilai-nilai moderasi beragama. Dengan demikian, UIN Mataram diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa di tingkat global.Dalam paparan utamanya, Prof. Dr. H. Arsekal Salim GP., M.Ag. mengungkapkan bahwa Generasi Z saat ini mendominasi sekitar 28% populasi Indonesia atau mencapai 74,9 juta jiwa. Ia menekankan bahwa Gen Z merupakan generasi digital-native yang menjadikan teknologi sebagai pusat aktivitas kehidupan, mulai dari belajar hingga interaksi sosial. Selain itu, terjadi pergeseran nilai di mana sekitar 89% Gen Z lebih memilih pekerjaan yang memiliki makna dan dampak sosial dibandingkan sekadar imbalan finansial.Namun demikian, tantangan besar masih dihadapi, terutama dengan adanya sekitar 20,31% pemuda yang tergolong dalam kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training). Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan institusi pendidikan tinggi. Ia menutup paparannya dengan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi serta penguatan literasi digital untuk menjadikan Gen Z sebagai motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045.Sementara itu, Dalam paparannya, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, M.T. menegaskan bahwa peningkatan bargaining positionPerguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam arus utama studi Islam dunia merupakan sebuah keniscayaan di tengah kompetisi global yang semakin terbuka. Menurutnya, penguatan posisi tersebut tidak dapat dicapai secara instan, melainkan harus melalui transformasi menyeluruh pada ekosistem akademik di PTKI seperti yang dilakukan UIN Mataram selam ini.Ia menjelaskan bahwa penguatan kualitas akademik menjadi fondasi utama, yang mencakup standarisasi kurikulum berbasis outcome, peningkatan kapasitas dosen melalui studi lanjut dan academic mobility, serta penguatan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif dan berbasis kinerja. Di sisi lain, inovasi riset harus diarahkan pada pengembangan keilmuan yang integratif—menghubungkan studi keislaman dengan sains, teknologi, dan isu-isu kontemporer global seperti lingkungan, kemanusiaan, dan transformasi digital. Dengan demikian, PTKI tidak hanya menjadi konsumen wacana, tetapi juga produsen pengetahuan yang diperhitungkan di tingkat internasional.Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional yang strategis dan berkelanjutan, baik dalam bentuk joint research, publikasi bersama, pertukaran akademik, maupun kemitraan kelembagaan dengan universitas bereputasi dunia. Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi pintu masuk bagi PTKI untuk terlibat aktif dalam membentuk narasi besar studi Islam global yang lebih moderat, inklusif, dan kontekstual.Ia juga menyoroti bahwa PTKI seperti UIN Mataram harus mampu memposisikan diri sebagai center of excellence dalam kajian Islam yang tidak hanya kuat secara normatif, tetapi juga relevan secara sosial dan responsif terhadap dinamika global. Dalam kerangka tersebut, penguatan moderasi beragama menjadi nilai strategis yang dapat menjadi comparative advantagePTKI Indonesia di mata dunia.Sebagai penegasan, ia menyampaikan bahwa masa depan PTKI dalam hal ini UIN Mataram sangat ditentukan oleh keberanian untuk bertransformasi, membangun jejaring global, serta konsistensi dalam menjaga kualitas dan integritas akademik. Dengan langkah tersebut, UIN Mataram diyakini mampu mengambil peran signifikan dalam arus utama studi Islam dunia sekaligus berkontribusi dalam peradaban global.Pelaksanaan kuliah umum ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis serta respons positif yang disampaikan oleh mahasiswa, menandakan tingginya minat dan kepedulian terhadap isu-isu strategis yang dibahas dalam kegiatan ini.Kegiatan Studium Generale Terintegrasi ini diharapkan menjadi ruang akademik yang produktif dalam memperkuat sinergi antarunit di lingkungan UIN Mataram, sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global di era transformasi digital dan kompetisi internasional.Adita@Humas-ppid


