Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali mengukuhkan posisinya sebagai jurusan dengan peminat tertinggi dalam seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026. Fenomena ini menunjukkan tingginya antusiasme calon mahasiswa untuk memperdalam ilmu agama di tengah dinamika pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Abd Aziz, mengungkapkan bahwa dominasi PAI di rumpun ilmu Tarbiyah masih belum tergeser. Menurutnya, tingginya minat tersebut mencerminkan motivasi spiritual yang kuat dari para pendaftar.
“Kalau di Tarbiyah itu PAI masih nomor satu. Saya kira mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mencari ridha Allah dan keberkahan ilmu,” ujar Prof. Aziz di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
TREN JURUSAN FAVORIT: PAI, PSIKOLOGI, DAN BISNIS ISLAM
Selain PAI, sejumlah program studi lain juga mengalami peningkatan peminat yang cukup signifikan pada tahun ini. Tren tersebut menunjukkan adanya pergeseran minat calon mahasiswa ke bidang ilmu sosial serta ekonomi berbasis syariah.
Beberapa jurusan yang paling diminati antara lain:
- Pendidikan Agama Islam (PAI), yang tetap menjadi pilihan utama di fakultas Tarbiyah.
- Psikologi, sebagai salah satu program studi non-keagamaan dengan jumlah peminat sangat tinggi.
- Manajemen dan Bisnis Islam, yang terus mengalami peningkatan popularitas.
Menariknya, minat terhadap jurusan PAI tetap stabil meskipun kerap muncul anggapan mengenai tantangan kesejahteraan profesi guru. Prof. Aziz menilai masyarakat kini semakin cermat dalam melihat nilai tambah lulusan PTKIN yang memiliki distingsi atau kekhasan sesuai karakter wilayah masing-masing kampus.
UPDATE PENDAFTARAN: 60 RIBU PESERTA TELAH REGISTRASI
Hingga pertengahan Mei 2026, sekitar 60.000 peserta tercatat telah melakukan registrasi UM-PTKIN. Panitia memperkirakan jumlah tersebut masih akan meningkat tajam karena masa pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026.
“Kita masih punya waktu sekitar 17 hari lagi. Penambahan pendaftar setiap harinya sangat signifikan,” jelasnya.
Secara nasional, PTKIN tahun ini menyediakan sekitar 80.000 kursi untuk calon mahasiswa baru.
Berdasarkan data sementara, terdapat tujuh kota dengan kampus PTKIN yang paling banyak diminati pendaftar, yaitu:
- Bandung
- Jakarta
- Yogyakarta
- Malang
- Surabaya
- Makassar
- Mataram
STRATEGI MENJAGA PRODI “ROH” PTKIN
Di balik tingginya minat pada jurusan favorit, PTKIN juga berkomitmen mempertahankan program studi yang menjadi identitas keilmuan utama atau “roh” perguruan tinggi, seperti Ilmu Hadis, Ushuluddin, dan Filsafat Islam. Walaupun jumlah peminatnya relatif lebih sedikit, prodi-prodi tersebut tetap dipertahankan melalui berbagai skema dukungan dan insentif.
Panitia menyiapkan beasiswa khusus, baik melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) maupun dana BLU kampus, bagi mahasiswa di program studi dengan jumlah peminat terbatas. Selain itu, peserta yang belum lolos pada pilihan utama juga berpeluang dialihkan ke program studi tersebut guna memenuhi kuota yang tersedia.
Dengan dukungan beasiswa serta biaya pendidikan yang relatif terjangkau, UM-PTKIN 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.Adita@Humas-ppid


