MATARAM: Langkah progresif menuju penguatan reputasi global terus ditunjukkan oleh UIN Mataram. Tahun ini, kampus kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat tersebut resmi menerima mahasiswa asing dari 25 negara, menandai babak baru dalam transformasi menuju kampus berkelas dunia. Rabu, 08/04/2026
Capaian ini tidak hanya mencerminkan peningkatan kuantitas mahasiswa internasional, tetapi juga menjadi indikator kuat atas meningkatnya kepercayaan global terhadap kualitas akademik, lingkungan multikultural, serta pendekatan pendidikan integratif yang dikembangkan UIN Mataram. Ratusan pendaftar dari berbagai Kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika telah melalui proses seleksi ketat untuk dapat bergabung sebagai bagian dari komunitas akademik kampus ini.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa asing merupakan bagian dari strategi besar internasionalisasi kampus. Menurutnya, UIN Mataram tidak hanya menawarkan pendidikan berbasis keilmuan Islam yang moderat, tetapi juga integrasi dengan sains, teknologi, serta kearifan lokal yang relevan dalam konteks global.
“Ini bukan sekadar penerimaan mahasiswa asing, tetapi langkah konkret membangun ekosistem akademik yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing internasional,” ujarnya.
Persaingan masuk UIN Mataram tahun ini terbilang sangat kompetitif, terutama pada jalur Beasiswa Rektor yang menjadi incaran utama para pendaftar. Dari total ratusan calon mahasiswa asing, hanya sebagian yang berhasil lolos melalui proses seleksi berbasis merit, akademik, dan potensi kepemimpinan global.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr H Adi Fadli, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan secara profesional dan transparan guna memastikan mahasiswa yang diterima benar-benar memiliki kapasitas akademik dan komitmen untuk berkontribusi di tingkat internasional. Ia menambahkan bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa akan memperkaya dinamika pembelajaran di dalam kelas maupun dalam kehidupan kampus.
Menariknya, tren peningkatan tidak hanya terjadi pada jalur beasiswa. Sejumlah mahasiswa asing juga memilih jalur biaya mandiri, menunjukkan bahwa UIN Mataram telah memiliki daya tarik global yang kuat secara independen. Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa reputasi kampus telah menembus batas geografis dan semakin dikenal di kancah internasional.
Ketua LP2M, Prof DR. H. Kadri, menilai bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun citra institusi yang unggul dan adaptif terhadap perubahan global. Menurutnya, internasionalisasi bukan sekadar program, tetapi transformasi menyeluruh dalam tata kelola, kurikulum, dan jejaring kolaborasi.
Dengan kehadiran mahasiswa dari 25 negara, UIN Mataram diharapkan mampu menciptakan atmosfer akademik yang semakin dinamis, multikultural, dan inovatif. Interaksi lintas budaya ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memperkuat posisi kampus sebagai pusat studi Islam moderat yang terbuka terhadap dialog global. Adita@Humas-ppid


