Mataram: Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan Program PRIMA Magang PTKI (Professional Readiness through Internship and Mentorship for Academics) di Jakarta, Jumat (20/6). Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi keagamaan menuju Indonesia Emas 2045. Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa PRIMA bukan sekadar program magang, melainkan gerakan moral dan spiritual nasional yang menjembatani dunia akademik dan industri. “Kita ingin mahasiswa PTKI bergerak dari teks ke konteks, dari ruang kelas ke kontribusi nyata,” ujarnya.

Program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini disusun dalam tiga tahapan: Pre-Internship & Bootcamp, Internship di mitra industri, serta Mentorship & Monitoring dengan evaluasi digital real-time. Tujuannya adalah membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga tangguh secara etika dan siap bersaing di dunia kerja.

Ketua Forum Rektor PTKN Indonesia sekaligus Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menilai program ini merupakan strategi cerdas dalam menyiapkan SDM unggul PTKI yang mengintegrasikan spiritualitas, moralitas, dan kompetensi industri. “PRIMA adalah ruang transformasi pembelajaran yang membekali mahasiswa secara utuh,” tegasnya. Prof. Masnun juga menegaskan komitmen forum rektor untuk mengawal pelaksanaan PRIMA di seluruh PTKIN secara menyeluruh dan terukur.

Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menyebut PRIMA sebagai investasi penting bagi generasi emas Indonesia. Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., menambahkan bahwa PRIMA hadir sebagai jawaban atas tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi akibat minimnya pengalaman kerja dan keterampilan praktis.

Hingga pertengahan Juni 2025, PRIMA telah menjaring lebih dari 160 PTKI dan 70 mitra industri, dengan 1.615 posisi magang tersedia di 26 provinsi. Sebanyak 350 mahasiswa telah mendaftar melalui platform digital PRIMA. Target hingga 2029 adalah melibatkan 15.000 mahasiswa, 300 mitra industri, dan 600 PTKI. Peluncuran ditutup oleh Direktur PTKI, Prof. Dr. Phil. H. Sahiron Syamsuddin, Ph.D., yang mengajak seluruh pimpinan PTKI dan industri untuk segera mengimplementasikan PRIMA secara konkret dan berdampak. Adita@Humas