MATARAM: Di tengah meningkatnya tantangan energi dunia yang kian kompleks, UIN Mataram mengambil langkah strategis dengan mendorong kampanye efisiensi energi yang berpadu dengan nilai-nilai keislaman, khususnya semangat anti mubazir. Gerakan ini tidak hanya menjadi respons terhadap isu global, tetapi juga bagian dari komitmen kampus dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan berbasis SDGs.

Inisiatif ini diperkuat oleh Dr. H. M. Muh Yusuf, anggota tim SDGs UIN Mataram yang dikenal aktif dalam isu lingkungan. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menjadi pelopor dalam membangun kesadaran kolektif terhadap penggunaan energi yang bijak.
“Isu energi hari ini bukan hanya persoalan global, tetapi juga persoalan kita sehari-hari. Kampus harus hadir sebagai ruang edukasi sekaligus teladan dalam membangun budaya hemat energi,” ujarnya.
Dalam pengamatannya, praktik penggunaan energi di lingkungan kampus masih menunjukkan sejumlah ketidakefisienan. Lampu ruangan yang tetap menyala pada siang hari meskipun cahaya alami cukup, penggunaan pendingin ruangan (AC) saat ruangan tidak digunakan, hingga pemakaian fasilitas listrik yang berlebihan menjadi fenomena yang perlu segera dibenahi.
Menurut Yusuf, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut kesadaran dan budaya. Oleh karena itu, kampanye yang didorong tidak sekadar bersifat imbauan, tetapi harus mampu menyentuh dimensi nilai dan perilaku.
“Dalam perspektif Islam, efisiensi energi bukan hanya soal penghematan, tetapi bagian dari upaya menghindari mubazir. Ini adalah nilai yang harus dihidupkan dalam setiap aktivitas kita,” tegasnya.
Kampanye efisiensi energi ini diharapkan dapat diimplementasikan melalui langkah-langkah konkret, seperti optimalisasi pencahayaan alami, penggunaan AC secara proporsional, serta kebiasaan mematikan perangkat listrik saat tidak digunakan. Selain itu, edukasi berkelanjutan kepada sivitas akademika menjadi kunci dalam membangun perubahan perilaku yang konsisten.
Sebagai institusi pendidikan berbasis nilai, UIN Mataram berupaya menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat keilmuan, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam merespons tantangan global. Integrasi antara nilai keislaman, kesadaran lingkungan, dan komitmen terhadap SDGs menjadi fondasi dalam membangun ekosistem kampus yang lebih berkelanjutan.
Langkah ini menunjukkan bahwa kontribusi terhadap solusi energi dunia dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana di kampus. Melalui gerakan efisiensi energi dan budaya anti mubazir, UIN Mataram menegaskan komitmennya dalam menghadirkan perubahan nyata dari lokal untuk dampak global. Adita@Humas-ppid


