Mataram : Sebuah babak baru dimulai bagi 50 mahasiswa terpilih UIN Mataram. Dengan semangat pengabdian dan bekal ilmu dari kampus, mereka dilepas secara resmi oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., untuk menjalankan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Nusantara Tahun 2025. Jumat, 13/06/2025

Turut hadir mendampingi, Ketua LP2M, Prof. Atun Wardatun, M.Ag., MA., Ph.D dan Sekretaris LP2M, dalam suasana hangat penuh motivasi dan harapan.
Dalam sambutannya, rektor mengajak para peserta KKP untuk menjadikan pengalaman ini sebagai titik balik pertumbuhan pribadi yang berharga.
“Pergilah bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai pembelajar kehidupan. Di luar sana, bukan hanya buku yang akan kalian baca, tetapi juga wajah masyarakat, nilai-nilai budaya, dan realitas sosial. Jadikan ini sebagai golden time kalian untuk tumbuh secara utuh,” pesannya menyentuh.

Ia menekankan pentingnya membawa nilai sopan santun, akhlak, dan etika dalam setiap interaksi. Di tengah tantangan budaya dan karakter masyarakat yang beragam, menurutnya, karakter adalah jembatan terbaik.
“Jaga nama baik UIN Mataram. Salam hormat kepada keluarga di tempat tinggal nanti. Dan yang paling utama, mintalah doa restu dari orang tua. Karena keberhasilan sejati berawal dari langkah yang diberkahi,” ujarnya haru.
Sementara itu, Prof. Atun Wardatun, M.Ag., MA., Ph.D, dalam laporannya menjelaskan bahwa para peserta tahun ini akan menjalankan tugas KKP di enam lokasi strategis: Bandung, Yogyakarta, Jambi, Aceh, Samarinda, dan Malang. Program ini akan berlangsung mulai 6 Juli hingga 24 Agustus 2025.
“Mereka telah kami bekali dengan berbagai pelatihan. Tapi yang paling penting, mereka membawa semangat untuk belajar, beradaptasi, dan memberi dampak. Ini bukan sekadar tugas akademik ini latihan kehidupan,” jelasnya dengan penuh keyakinan.
KKP Nusantara merupakan cermin komitmen UIN Mataram dalam menanamkan nilai keilmuan, pengabdian, dan kepemimpinan. Bagi para mahasiswa, ini adalah panggung awal menjadi pribadi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga bijaksana dan peduli. Adita@Humas


