MATARAM: Suasana penuh syukur dan semangat perubahan mewarnai Tasyakkuran Dies Natalis ke-59 Universitas Islam Negeri Mataram, Momen bersejarah ini kian bermakna dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang memberikan pembinaan langsung kepada Aparatur Sipil Negara sekaligus meluncurkan ASTA PRIMA, pedoman nilai dan perilaku unggul bagi ASN UIN Mataram. Jumat, 24/10/2025

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kehadiran Menteri Agama di tengah padatnya agenda kenegaraan dan keummatan.
“Kami sangat bersyukur dan merasa terhormat. Di tengah kesibukan luar biasa Bapak Menteri, beliau masih berkenan hadir menyapa seluruh sivitas akademika UIN Mataram. Ini bukan hanya kunjungan, tetapi juga energi spiritual yang memotivasi kami untuk terus berbenah menjadi kampus unggul dan berdaya saing,” ujar Rektor.
Peluncuran ASTA PRIMA oleh Menteri Agama menjadi kado terindah bagi Dies Natalis ke-59 UIN Mataram. Dokumen ini menjadi turunan langsung dari ASTA CITA Presiden Republik IndonesiadanASTA PROTAS (Program Transformasi Kementerian Agama) yang digagas oleh Prof. Nasaruddin Umar sebagai panduan nilai ASN Kementerian Agama.

“ASTA PRIMA bukan sekadar dokumen moral, tetapi menjadi panduan hidup ASN yang berintegritas, profesional, dan spiritual. ASN harus menjadi teladan yang bekerja dengan hati dan melayani dengan cinta,” tegas Menag.
Dalam arahannya, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah dan kemajuan UIN Mataram, yang dinilai berhasil menjaga stabilitas dan terus memperkuat budaya akademik berbasis nilai-nilai moderasi dan kemanusiaan.
“UIN Mataram adalah kampus yang penuh kesejukan dan progresif. Saya melihat harmoni yang hidup di sini—antara ilmu, iman, dan akhlak. Ini adalah tanda kampus yang dewasa secara spiritual dan intelektual,” ungkapnya.
Lebih jauh, Menag menyerukan pentingnya menghidupkan paradigma Ekoteologi Islam sebagai wujud tafsir akademik atas cinta, keseimbangan, dan kepedulian. Menurutnya, konsep ini harus melahirkan “Kurikulum Cinta untuk New Kerukunan” sistem pembelajaran yang mengintegrasikan kecintaan kepada Tuhan, sesama, dan alam semesta sebagaimana pesan spiritual dalam Surat Al-‘Alaq (Iqra’).

“Ekoteologi adalah tafsir cinta yang hidup dalam ilmu dan amal. Dari sini lahir peradaban berkeadaban yang memuliakan bumi, menebar kasih pada sesama, dan mengabdi kepada Tuhan dengan ilmu yang membebaskan,” tutur Menag penuh refleksi.
Kehadiran menteri agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., di UIN Mataram menjadi spirit baru transformasi kampus dalam memperkuat visi sebagai Kampus Cendekia, Terbuka, dan Unggul menuju World Class University. Dengan ASTA PRIMA sebagai kompas nilai ASN dan Ekoteologi Islam sebagai ruh ilmu, UIN Mataram menatap masa depan dengan langkah berkeyakinan, menuju kampus yang berperadaban dan berkeadilan. Adita@Humas


