Mataram: Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Organisasi Intra Kampus dengan mengusung tema “Membangun Kreativitas dan Jiwa Entrepreneur di Kalangan Mahasiswa”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 7 Mei 2025 bertempat di Hotel Jayakarta Lombok, dan dihadiri oleh sebanyak 75 peserta yang merupakan perwakilan dari organisasi kemahasiswaan SEMA dan DEMA Universitas/Fakultas, serta UKM/BKM di lingkungan UIN Mataram.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa dalam membangun karakter, etika, serta semangat entrepreneur di tengah tantangan zaman dan dinamika kebijakan nasional. Tiga narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada peserta.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, MA. dalam sambutannya mengajak para pengurus organisasi kemahasiswaan untuk tetap kreatif dan adaptif di tengah amul huzni kebijakan efisiensi yang sedang berlangsung secara nasional.

“Kita mengajak teman-teman dari UKM semua untuk memiliki kreativitas dalam kondisi kita, masa efisiensi,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa meskipun ada kebijakan efisiensi secara nasional, UIN Mataram tetap menjaga alokasi anggaran untuk kegiatan mahasiswa. Karena itu, beliau menekankan pentingnya bagi seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk memanfaatkan dana yang telah dialokasikan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab demi keberlanjutan aktivitas organisasi.

“Alhamdulillah kita di UIN Mataram tidak ada pemotongan,” pungkasnya. Namun, imbas dari kebijakan efisiensi tersebut membuat beberapa kegiatan nasional yang melibatkan delegasi mahasiswa harus diminimalkan.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali tentang pentingnya menanamkan semangat kemandirian, kolaborasi, inovasi, juga keberanian untuk menciptakan peluang usaha dalam setiap program kerja organisasi.

Lebih dari itu, diharapkan seluruh pengurus Ormawa UIN Mataram dapat lebih siap dan tangguh dalam merancang program kerja yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, tetapi juga mampu membentuk karakter kepemimpinan, etika berorganisasi, dan semangat entrepreneur yang kuat.* (thon)