Mataram: Silaturahmi Nasional Alumni Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) yang digelar di Jakarta menjadi momentum istimewa untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan dan arah baru perjuangan pendidikan Islam di Indonesia. Lebih dari sekadar ajang temu kangen, kegiatan ini menegaskan bahwa MAPK bukan hanya ruang nostalgia, tetapi kini menjelma menjadi ruang strategis yang mempertemukan kenangan masa lalu dengan visi masa depan yang mencerahkan. Jumat, 27/06/2025

Dalam forum tersebut, para alumni menyuarakan pentingnya menghidupkan kembali semangat keilmuan, keadaban, dan spiritualitas yang telah menjadi ciri khas pendidikan MAPK sejak awal. Melalui tradisi dialog, integrasi ilmu agama dan umum, serta kedekatan nilai-nilai akhlak, MAPK terbukti melahirkan generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara emosional dan kokoh secara spiritual.
Kini, dengan berbagai dinamika zaman dan tantangan global, para alumni MAPK sepakat untuk menjadikan jejaring ini sebagai jembatan bagi lahirnya arus baru dalam dunia pendidikan Islam Indonesia. Arus baru yang dimaksud adalah pembaruan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga berakar pada kasih sayang, empati, dan pembentukan karakter sebuah pendekatan yang kini digaungkan sebagai Kurikulum Cinta.
“Kurikulum Cinta adalah bentuk komitmen kita untuk melahirkan sistem pendidikan yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menyentuh hati. Pendidikan harus menumbuhkan cinta kepada ilmu, cinta kepada kemanusiaan, dan cinta kepada Tanah Air. MAPK sebagai komunitas intelektual harus menjadi penggerak nilai-nilai itu,” demikian salah satu butir penting yang disampaikan dalam pernyataan bersama forum alumni.

Amanah baru juga disematkan kepada Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., Rektor UIN Mataram dan Ketua Forum Rektor PTKN se-Indonesia, yang secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni MAPK Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya memanfaatkan energi kolektif alumni untuk membangun ekosistem pendidikan Islam yang berkelanjutan dan berdampak luas.
“MAPK adalah tempat kita tumbuh dalam semangat ilmu dan adab. Kini saatnya kita tidak hanya mengenangnya, tetapi menjadikannya landasan gerakan yang berkontribusi bagi bangsa. Kita ingin membangun arus baru pendidikan Islam yang moderat, mencerahkan, dan berpihak pada kemanusiaan,” tegas Prof. Masnun di hadapan peserta silaturahmi. Adita@Humas


