Mataram: Di tengah kesibukan akademik dan kegiatan organisasi, Baiq Isna Juniar, mahasiswi aktif semester 4 Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Mataram, berhasil menorehkan deretan prestasi yang membanggakan. Lahir di Desa Bogak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah pada 7 Juni 2004, Isna – begitu ia akrab disapa – menjelma menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda dan mahasiswa Indonesia. Sabtu, 05/03/2025

Sejak duduk di semester pertama, Isna aktif mengikuti berbagai kompetisi. Debutnya dimulai dari lomba pidato Bahasa Indonesia yang diadakan oleh Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram. Sejak saat itu, langkahnya terus melesat. Hingga semester 4, ia telah mengoleksi lebih dari 15 piagam penghargaan, mulai dari lomba pidato, video kreatif, cipta dan baca puisi, debat, hingga kepenulisan.
Momentum bulan Ramadan 2025 turut memperkuat reputasinya sebagai juara. Ia berhasil meraih Juara 1 lomba pidato yang diselenggarakan oleh LDK FAPERTA Universitas Mataram, dan Juara 2 lomba pidato yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah.

Di luar ajang kompetisi, Isna dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi dan kegiatan jurusan. Kemampuan public speaking yang luar biasa serta tanggung jawab tinggi menjadikannya panutan di kalangan mahasiswa. Semangatnya untuk terus belajar dan mencoba hal-hal baru membawa Isna pada pengalaman yang tak semua orang bisa rasakan.
Salah satu pencapaian paling membanggakan adalah saat Isna menjadi satu-satunya delegasi dari Duta Humas and Protokol UIN Mataram Nusa Tenggara Barat dalam program SMI Student of Exchange, sebuah program pertukaran pelajar yang diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Melalui proses seleksi ketat yang meliputi administrasi, Tes Bakat Skolastik, dan wawancara, Isna berhasil lolos dan terpilih sebagai relawan internasional.

Isna memulai perjalanannya ke Singapura dan Malaysia. Di Singapura, ia mendapat kehormatan mengajar di Sekolah Indonesia Singapura LTD, serta mengikuti studi banding ke Universitas Malaya di Malaysia. Tak hanya itu, Isna juga menikmati kunjungan ke berbagai landmark ikonik seperti Merlion Park, Jewel Changi, Petronas Twin Towers, Batu Caves, hingga Dataran Merdeka Kuala Lumpur.
Atas kontribusinya, Isna menerima dua sertifikat resmi, yakni dari Kepala Sekolah Indonesia Singapura LTD, Yenny Dwi Maria, M.Ed., serta dari penyelenggara Semangat Muda Indonesia Student of Exchange. Kedua sertifikat tersebut menjadi bukti nyata dedikasinya dalam menjalankan peran sebagai pengajar dan duta muda bangsa di luar negeri.

“Saya ingin pengalaman ini menjadi pembuka jalan bagi teman-teman mahasiswa lainnya. Bahwa siapapun bisa melangkah sejauh ini asal punya semangat dan keberanian untuk mencoba. Saya juga berharap program-program seperti ini semakin banyak dibuka dan melibatkan lebih banyak anak muda Indonesia,” ujar Isna penuh harap. Adita@Humas


