Mataram, Rabu (11/2) — Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram kembali menegaskan peran strategisnya dalam sistem pendidikan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui penyelenggaraan kegiatan Muhadarah ‘Ammah Tahun Pengajian 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UIN Mataram ini mengangkat tema “Ekoteologi Qur’ani: Refleksi Ayat-Ayat Kauniyah tentang Alam.”
Kegiatan ini menjadi ruang penguatan integrasi nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian ekologis di lingkungan Ma’had. Isu ekoteologi dinilai relevan dengan arah pengembangan pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan kedalaman spiritual, tetapi juga tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir,M.Ag., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Ma’had Al-Jami’ah memiliki posisi penting di PTKIN sebagai pusat pembinaan karakter, spiritualitas, dan tradisi akademik keislaman mahasiswa. Menurutnya, penguatan wawasan ekoteologi merupakan bagian dari pembentukan kesadaran bahwa ajaran Islam sangat erat dengan etika pelestarian alam.
“Ma’had bukan hanya ruang pembinaan ibadah dan akhlak, tetapi juga tempat menumbuhkan kesadaran intelektual dan sosial, termasuk tanggung jawab terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.
Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram, Prof. Dr. KH. M. Zaidi Abdad,M.Ag, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muhadarah ‘Ammah menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun tradisi akademik berbasis nilai-nilai keislaman di Ma’had. Ia menilai tema ekoteologi Qur’ani sangat kontekstual di tengah meningkatnya tantangan krisis lingkungan global.
“Mahasantri Ma’had diharapkan tidak hanya memiliki kedalaman pemahaman agama, tetapi juga kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan dan kelestarian alam sebagai bagian dari amanah keimanan,” ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. KH. Musta’in Syafi’ie, M. Ag., yang memaparkan bahwa ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an merupakan dasar teologis bagi lahirnya kesadaran ekologis dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan mencerminkan krisis cara pandang manusia terhadap alam yang terlepas dari nilai tauhid.
“Ekoteologi Qur’ani mengajarkan bahwa alam adalah tanda kebesaran Allah sekaligus amanah yang harus dijaga. Kesalehan tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga tercermin dalam sikap menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah serta sivitas akademika UIN Mataram. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan peserta terkait implementasi nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan kampus dan masyarakat.
Melalui Muhadarah ‘Ammah ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Mataram menegaskan kontribusinya dalam memperkuat peran Ma’had sebagai pilar pembinaan karakter dan intelektual mahasiswa PTKIN, sekaligus mendorong lahirnya generasi Muslim yang memiliki kesadaran ekologis berbasis ajaran Al-Qur’an. Adita@Humas-ppid


