Mataram, 02 April 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong kolaborasi lintas sektor melalui inisiasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Mataram, Wahana Visi Indonesia, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi kelembagaan dengan mengusung tema “Kemitraan Strategis untuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai.”

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2 UIN Mataram pada Kamis (02/04/2026) tersebut menghadirkan para pemangku kepentingan dari tiga institusi yang memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat. Inisiatif yang digagas oleh LP2M ini menjadi wujud komitmen UIN Mataram dalam memperluas dampak tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ketua LP2M Prof Dr. H. Kadri, M.Si Bersama tim hadir mendampingi bapak Rektor yang di wakili oleh Wakil Rektor III UIN Mataram Prof Dr. H. Jumarim, M.HI dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Jumarim M.HI menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan kekuatan akademik, kemanusiaan, dan nilai-nilai keagamaan dalam menjawab berbagai tantangan sosial. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui pendekatan teknis, tetapi juga perlu diperkuat dengan landasan nilai yang kokoh agar hasilnya lebih berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan Wahana Visi Indonesia Ibu Angelina Theodora menyambut baik inisiatif ini sebagai peluang untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan yang inklusif dan berbasis komunitas. Sinergi dengan UIN Mataram dinilai akan memperkuat aspek riset dan pendampingan masyarakat, sedangkan keterlibatan MUI NTB diharapkan mampu memberikan legitimasi nilai dan pendekatan kultural yang lebih efektif.

Di sisi lain, MUI Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. Badrun, M.Pd menekankan pentingnya peran nilai-nilai keagamaan dalam membangun kesadaran sosial dan memperkuat karakter masyarakat. Kolaborasi ini diyakini dapat menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga pada pembentukan masyarakat yang berakhlak dan berdaya.
Melalui MoU ini, ketiga pihak sepakat untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penguatan kapasitas masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan berbasis komunitas dan nilai-nilai lokal. Inisiatif LP2M UIN Mataram ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi lahirnya program-program inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan dokumen kerja sama dan sesi foto bersama, yang menandai dimulainya kemitraan strategis tersebut. Dengan semangat kolaborasi dan nilai, langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai luhur.Adita@Humas-ppid


