Mataram : Dalam rangka memperingati Lebaran Topat, Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. TGH Masnun Tahir, M.Ag, bersama jamaah Masjid Grand Pesona Alam Sesele, Lombok Barat, menggelar kegiatan yang mengangkat nilai spiritual dan budaya lokal pada Senin pagi, 7 April 2025. Kegiatan tersebut dipenuhi dengan munajat doa, zikir, solawatan, dan diakhiri dengan sarapan bersama yang melibatkan warga setempat. Senin, 07/03/2025

Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WITA diawali dengan lantunan doa, zikir, dan solawatan yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH Masnun Tahir. Dalam suasana penuh kekhusyukan, doa bersama ini dimaksudkan untuk memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Lombok. Prof. Dr. TGH Masnun Tahir, dalam tausiyah singkatnya menyampaikan bahwa Lebaran Topat adalah waktu yang tepat untuk memperbaharui komitmen dalam menjaga keseimbangan spiritual dan sosial.
Rektor UIN Mataram juga menegaskan pentingnya merawat dan menjaga tradisi Lebaran Topat sebagai warisan leluhur yang tidak hanya mengandung nilai budaya, tetapi juga spiritualitas yang mendalam. “Lebaran Topat adalah bagian dari tradisi Islam yang diturunkan oleh para wali dan ulama terdahulu, yang hingga kini masih terjaga dengan baik. Sebagai umat, kita perlu menjaga tradisi ini karena ia mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan dan Syawal,” jelasnya.

Lebaran Topat, menurut Rektor, merupakan simbol dari rasa syukur yang tercermin dalam praktik puasa sunnah Syawal yang dilakukan selama enam hari, dan pada hari ketujuh, umat Islam merayakan kemenangan dengan makan topat (ketupat khas Lombok) bersama keluarga dan sahabat. Tradisi ini, tambahnya, merupakan bentuk kecintaan terhadap warisan leluhur yang harus terus dijaga kelestariannya, baik dalam aspek spiritual maupun sosial.
Setelah rangkaian doa dan zikir bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama yang melibatkan jamaah masjid dan warga masyarakat sekitar. Menu yang disajikan adalah hidangan khas Lebaran Topat, seperti topat dengan opor telur dan ayam, serta poteng ajje tujak dan jajanan tradisional Lombok. Hidangan-hidangan ini tidak hanya menjadi santapan, tetapi juga sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama.

Rektor UIN Mataram juga mengingatkan kepada seluruh jamaah untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong yang menjadi inti dari budaya Lombok. “Kebersamaan dalam menyantap hidangan bersama ini adalah bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah dan semangat gotong royong yang harus terus dipelihara,” ujar Prof. Dr. TGH Masnun Tahir.
Tak hanya untuk warga masyarakat, Rektor juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa UIN Mataram yang masih berada di kampung halaman. “Lebaran Topat ini juga menjadi momen untuk mengingatkan mahasiswa agar segera kembali ke kampus, karena perkuliahan akan dimulai pada Selasa, 8 April 2025. Saya berharap perjalanan mereka lancar dan selamat, serta dapat kembali beraktivitas dengan semangat baru,” ungkapnya. Adita@Humas


