Mataram: Universitas Islam Negeri Mataram resmi memperkuat arah publikasi kampus dengan menekankan substansi capaian, manfaat, dan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar dokumentasi seremonial. Kebijakan ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 29 Tahun 2025 tentang Penguatan Publikasi, Capaian, dan Dampak Kinerja Kementerian Agama. Sabtu, 06/09/2025

Melalui SE tersebut ditegaskan bahwa “setiap satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama, termasuk perguruan tinggi, wajib memastikan publikasi yang dihasilkan mencerminkan capaian kinerja dan dampak yang dirasakan masyarakat.” Arahan ini menjadi pijakan strategis bagi UIN Mataram untuk memperkuat peran publikasi dalam mendukung reputasi akademik sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan pentingnya pergeseran paradigma publikasi ini. “Publikasi harus menjadi jendela yang memperlihatkan bahwa UIN Mataram tidak hanya hadir dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan gagasan, inovasi, dan solusi nyata yang dibutuhkan bangsa. Ini sejalan dengan arahan Kementerian Agama agar setiap publikasi lebih menonjolkan capaian dan dampak kinerja,” ujarnya.

Sebaran jurnal ilmiah, riset dosen, hingga karya mahasiswa menjadi potensi besar yang dapat diolah menjadi narasi publik yang inspiratif, ringan, dan mudah dipahami. UIN Mataram berkomitmen untuk menerjemahkan potensi akademik ini ke dalam bentuk publikasi populer, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti di jurnal atau laporan, tetapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan langkah strategis ini, UIN Mataram meneguhkan diri sebagai kampus yang informatif, transparan, dan akuntabel. Transformasi publikasi ini diharapkan memperkuat citra UIN Mataram sebagai perguruan tinggi yang tidak sekadar aktif menggelar acara, tetapi juga melahirkan gagasan, inovasi, serta solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan bangsa dan masyarakat. Adita@Humas


