Mataram: Beberapa hari yang lalu ada dua aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok demonstran yang menggelar demonstrasi langsung di depan Kantor Kementerian Agama RI dengan menyuarakan narasi fitnah, menyampaikan video-video yang memojokkan Bapak Menteri Agama. Dua demonstrasi tersebut yang tidak disertasi data bertujuan menjatuhkan kredibilitas Menteri Agama, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA di Kabinet Indonesia ini. Jumat, 28/03/2025

Menghadapi demonstrasi dan fitnah tersebut, Bapak Menteri Agama menemui para demonstran dan memberikan klarifikasi serta memberikan maaf kepada koordinator aksi tersebut. Setelah korlap minta maaf dan mengakui bahwa aksinya itu tidak benar dan tidak didukung fakta-fakta yang mendasar, Bapak Menteri Agama berjiwa besar memaafkan dan mendoakan agar yang memfitnah beliau diberikan hidayah dan kembali ke jalan yang benar, apapun motif dan niatnya. Bahkan lebih dari fitnah ini, saya tetap maafkan, beliau tegaskan lagi. Hati beliau yang lemah lembut dan gaya komunikasinya yang menyejukkan, termasuk ke korlap ini, sehingga korlapnya minta maaf dan Insyap adalah cermin kekuatan bathin, karakter dan spiritualitas beliau. (Sumber:www.ujungjari.com  dan vt.tiktok.com).

Terhadap sikap Pak Menteri Agama ini, Ketua forum Rektor PTKN, Prof Masnun memberikan memberikan pujian dan apresiasi yang tinggi kepada Bapak menteri agama. Ini adalah Uswatun hasanah buat kita, lebih-lebih di bulan suci Ramadhan dan menjelang  hari raya Idul fitri. Lebih dari itu beliau mendoakan sang korlap dengan doa yang pernah Rasulullah sampaikan waktu ditolak dakwahnya dan dikejar-kejar oleh masyarakat Thaif waktu itu. Penulis teringat dengan catatan saya waktu 100 hari masa kepemimpinan beliau di Kemenag bahwa Menteri Agama kita adalah kombinasi antara intelektual, birokrat dan ulama yang mendalam pemahaman dan praktik keagamaannya. Beliau selalu mendahulukan nilai kasih sayang dan spirit kemanusiaan dalam laku sosialnya. Semua ciptaan Allah beliau ajarkan menjadi sahabat spiritual kita, dan harus tetap menjaga silaturrahim mikro dan makro dalam setiap pergaulan kita. Itu sangat sering beliau tulis dan sampaikan. Sehingga dari awal kepemimpinan beliau terus mendeklarasikan kurikulum berbasis cinta, agar hidup kita didasari oleh rasa cinta terhadap semua makhluk ciptaan Tuhan.

Kita juga menghimbau kepada semua orang dan komunitas untuk meneladani sikap kasih sayang beliau, memaafkan sesama dan menghindari tindakan memfitnah siapapun itu. Karena fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Beliau sering menyampaikan bahwa insan kementerian agama harus menjadi teladan Ummat, dan beliau sudah praktikkan hari ini.

Kita juga mengingatkan  kepada semua kalangan,jika  ada berita yang tidak jelas mari tradisikan budaya tabayyun (klarifikasi), karena bisa jadi itu adalah berita burung, hoax dan mengandung motivasi tertentu.

Idul fitri ini adalah momentum untuk menyadari kekeliruan kita dan saling memaafkan. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir bathin. Adita@Humas