MATARAM: Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang juga Rektor UIN Mataram, menegaskan komitmen kolektif para pimpinan PTKIN untuk memperkuat tata kelola pendidikan Islam yang berkeadilan dan berimbang. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VIII DPR RI dengan para Rektor PTKIN, yang digelar di Senayan, Jakarta.

Forum strategis ini menjadi wadah penting bagi seluruh PTKIN di Indonesia untuk menyuarakan aspirasi, tantangan, dan arah kebijakan pembangunan pendidikan Islam yang merata. Terutama, kampus-kampus PTKIN di luar Pulau Jawa menyampaikan harapan agar kebijakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pusat, tetapi juga memberi ruang afirmatif bagi daerah-daerah yang terus tumbuh menjadi simpul keilmuan dan peradaban Islam.

Dalam forum tersebut, Prof. Masnun Tahir menegaskan bahwa semangat pemerataan harus menjadi ruh dari tata kelola pendidikan Islam nasional. “Pendidikan Islam harus berdiri di atas keadilan. Tugas kita bersama adalah memastikan cahaya ilmu tidak hanya bersinar di pusat, tetapi juga menerangi seluruh pelosok negeri. Dari Timur Indonesia hingga ke Barat, setiap kampus harus menjadi lentera peradaban,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Momentum ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, yang semakin mempertegas makna perjuangan kolektif dunia pendidikan. Prof. Masnun mengajak seluruh pimpinan PTKIN untuk meneladani nilai-nilai kepahlawanan dalam membangun sistem pendidikan Islam yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Sebagai hasil akhir dari pertemuan tersebut, RDP menghasilkan enam poin maklumat bersama yang disepakati seluruh peserta sebagai arah strategis penguatan PTKIN di masa depan. Poin-poin tersebut mencakup penguatan tata kelola, transformasi digital, peningkatan kualitas SDM, perluasan kolaborasi nasional, dan afirmasi kebijakan pemerataan antarwilayah.

Kesimpulan hasil rapat disahkan dan ditandatangani langsung oleh Ketua Forum Rektor PTKIN Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Sekjen Kementerian Agama RI, serta Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang, M.Si. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama antara eksekutif, legislatif, dan akademisi dalam memperkuat masa depan pendidikan Islam di Indonesia.

Prof. Masnun menutup pernyataannya dengan menyerukan semangat kolaborasi nasional. “Kita semua adalah bagian dari perjuangan panjang pendidikan Islam. Dengan semangat keadilan, kita ingin memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berprestasi, dan mengabdi. Inilah jihad intelektual kita sebagai pewaris semangat para pahlawan.”

Dengan semangat “Dari Kampus untuk Negeri”, UIN Mataram bersama Forum Rektor PTKIN meneguhkan peran sebagai motor penggerak transformasi pendidikan Islam menuju sistem yang unggul, inklusif, dan berkeadilan sosial bagi seluruh wilayah Indonesia. Adita@Humas-ppid