MATARAM: Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang juga Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., membagikan sejumlah kunci penting bagi calon mahasiswa agar sukses mengikuti Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Tahun 2026. Pesan tersebut disampaikan bertepatan dengan peluncuran resmi tahapan PMB PTKIN 2026 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta. Rabu, 24/12/2025.


Prof. Masnun menegaskan bahwa keberhasilan lolos PMB PTKIN tidak semata ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh ketepatan strategi dan kedisiplinan calon peserta dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. “Rahasia utamanya adalah memahami jalur seleksi yang tersedia dan mencatat seluruh jadwal penting sejak awal. Banyak peserta gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena kurang cermat mengelola proses,” ujarnya.
PMB PTKIN 2026 mengusung tema “Pendidikan Islam Ramah Difabel”, sebagai wujud komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi keagamaan Islam yang inklusif, adil, dan setara. Tema ini selaras dengan semangat Rise as the Future Hero, yang memandang setiap calon mahasiswa—termasuk penyandang disabilitas—sebagai subjek unggul yang memiliki potensi untuk tumbuh menjadi generasi hebat, ekselen, religius, dan optimis.
Dalam penjelasannya, Prof. Masnun memaparkan bahwa PMB PTKIN 2026 dibuka melalui dua jalur utama. Pertama, Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN), yakni jalur tanpa ujian tulis yang berbasis prestasi akademik dan non-akademik. Tahapan pengisian PDSS oleh sekolah berlangsung pada 5 Januari hingga 7 Februari 2026, pendaftaran siswa pada 11–28 Februari 2026, dan pengumuman hasil pada 7 April 2026. Pada jalur ini, penilaian tidak hanya mempertimbangkan rapor dan prestasi, tetapi juga mulai mengintegrasikan Tes Kompetensi Akademik (TKA) guna meningkatkan objektivitas seleksi.
Kedua, Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN) yang dilaksanakan melalui ujian berbasis teknologi menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Pendaftaran UM-PTKIN dibuka pada 13 April hingga 30 Mei 2026, pelaksanaan ujian pada 8–14 Juni 2026, dan pengumuman hasil pada 30 Juni 2026. Kementerian Agama memastikan sistem SSE telah diperbarui dengan fitur aksesibilitas yang lebih ramah bagi peserta difabel, sehingga seluruh calon mahasiswa memiliki kesempatan yang setara.
Lebih lanjut, Ketua Forum Rektor PTKIN tersebut menekankan pentingnya memahami karakter materi ujian. UM-PTKIN 2026 tetap menitikberatkan pada empat pilar utama, yaitu penalaran akademik, penalaran matematika, literasi membaca, dan literasi ajaran Islam. Pada aspek literasi ajaran Islam, instrumen seleksi dirancang untuk mengukur pemahaman Islam yang moderat, inklusif, serta memiliki kepedulian terhadap keberagaman dan isu-isu ekoteologi.
“PMB PTKIN adalah pintu awal membentuk masa depan. Karena itu, calon mahasiswa perlu mempersiapkan diri secara akademik, mental, dan spiritual. Catat jadwalnya, pahami jalurnya, dan ikuti prosesnya dengan sungguh-sungguh,” tegasnya. Adita@Humas-ppid