HUMAS – Kabupaten dan Kota Bima merupakan lokasi pertama  bagi tim Pascasarjana UIN Mataram Bima-Dompu melaksanakan sosialisasi, antusiasme ditunjukkan oleh kepala kantor Kementerian Aagma Kabupaten dan Kota Bima dalam menyambut tim sosialisasi. Kegiatan sosialisasi ini menurut pandangan H. Mujiburrahman. S.Ag dan H. Ruslan. S.Ag adalah momemtum yang di tunggu-tunggu. Dimana UIN Mataram mendatangi langsung guna memfasilitasi SDM di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten dan Kota Bima berkembang lebih baik secara akademis untuk dapat memberikan pelayanan lebih maksimal bagi masyarakat.

Selama dua hari, 6-7 Mei 2026, Tim Sosialisasi Pascasarjana UIN Mataram turun langsung menyapa calon mahasiswa di Kota dan Kabupaten Bima.

Tim ini dipimpin Dr. H. Syukri, M.Ag, Kaprodi S2 Hukum Keluarga Islam, didampingi Dr. H. Al Kusaeri, M.Pd, Kaprodi S2 Pendidikan Matematika, Afifurrahman, Ph.D, Sekprodi S2 Manajemen Pendidikan Islam, serta Muhammad Iqbal, S.H, Kasubag Pascasarjana. Empat sosok ini membawa satu misi: membuka pintu akses pendidikan S2 selebar-lebarnya untuk SDM Bima.

Hari pertama, Rabu 6 Mei 2026, perjalanan dimulai dari Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima. Pukul 09.00 WITA, turut hadir kepala kanwil kabupaten Bima KH. Mujiburrahman, S.Ag beserta jajaran pimpinan, ruangan sudah penuh ASN, guru madrasah, pengawas, dan penyuluh agama. Dr. Syukri membuka dengan pesan yang menohok, “Bima ini gudangnya orang cerdas dan punya motivasi kuat untuk maju. Sayang kalau berhenti di S1. Ilmu itu harus di-upgrade, karena tantangan umat makin kompleks.” Beliau melanjutkan dengan pemaparan profil pascasarjana uin mataram termasuk visi, misi, dan keunggulan program studi S2 dan S3 yang ditawarkan di UIN Mataram.

Siangnya, tim bergeser ke Kantor Kementerian Agama Kota Bima. Di hadapan kepala PLH Kemenag Kota Bima bapak H. Ruslan, S.Ag, kepala madrasah, pengawas, serta para pegawai KUA, Dr. Al Kusaeri menekankan soal motivasi belajar. “Kuliah S2 bukan cuma soal gelar. Ini soal cara berpikir, soal jaringan, soal keberanian meneliti masalah di daerah dan tempat kerja kita sendiri,” ujarnya. Beliau juga menyampaikan detail tata cara pendaftaran, skema pembiayaan dan mekanisme pembelajaran di pascasarjana UIN Mataram.

Hari kedua, Kamis 7 Mei 2026, giliran kampus STIT Sunan Giri Bima yang disambangi. Suasananya lebih cair karena audiensnya dosen dan mahasiswa S1. Afifurrahman, Ph.D membakar semangat dengan cerita pengalamannya studi lanjut. “Jangan tunggu mapan baru kuliah. Justru kuliah yang bikin kita mapan. Apalagi sekarang akses beasiswa sangat terbuka lebar dibandingkan beberapa tahun lalu,” jelasnya. Beberapa dosen muda langsung mencatat jenis-jenis beasiswa program S2 dan S3 UIN Mataram.

Siangnya, sosialisasi digelar di dalam kantor kepala sekolah MIN 1 Kota Bima. Turut hadir kepala sekolah serta waka kurikulum, waka sarana prasarana, TU, dan beberapa orang guru. Dr Syukri memaparkan teknis pendaftaran, biaya, dan peluang beasiswa Kemenag untuk mahasiswa S2 dan S3 UIN Mataram. Beliau menyampaikan bahwa “Kualifikasi SDM Bima harus naik. Kalau gurunya S2, insya Allah muridnya juga terdongkrak kualitasnya. Ini bukan untuk pribadi, tapi untuk Bima,” tegasnya. Selama 2 hari di empat titik itu, pesan yang sama terus digaungkan: upgrade keilmuan, motivasi belajar, dan peningkatan kualifikasi SDM kabupaten dan kota Bima. Sosialisasi ini bukan sekadar promosi kampus, tapi ikhtiar membangun jembatan ilmu dari Mataram ke tanah Bima, agar SDM di ujung timur NTB makin berdaya dan berkeadilan.@humas