MATARAM:  Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti atas wafatnya almarhumah Hj. Hafsah Sahabudin, S.Ag., keluarga besar Drs. H. Subuhi, M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah hadir, memberikan doa, dukungan, serta membantu seluruh rangkaian prosesi pemakaman almarhumah. Kamis, 30/04/2026

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Rektor UIN Mataram, Ketua PWNU Nusa Tenggara Barat, Ketua Kopertais, Wali Kota Mataram, para masyayikh, tuan guru, ustaz, keluarga besar UIN Mataram, serta seluruh masyarakat yang telah menunjukkan perhatian dan empati mendalam kepada keluarga yang berduka.

Kehadiran ratusan pelayat yang datang silih berganti ke rumah duka di Lingkungan Tanjung Karang hingga mengiringi prosesi pemakaman di TPU Loang Baloq menjadi bukti kuatnya rasa kekeluargaan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap almarhumah yang dikenal sebagai sosok pendidik yang penuh dedikasi dan ketulusan.

Almarhumah Hj. Hafsah Sahabudin yang juga aktif sebagai guru di SMAN 10 Mataram dikenal sebagai pribadi yang sederhana, lembut, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Jejak pengabdiannya dalam dunia pendidikan dan kehidupan sosial meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang.

Drs. H. Subuhi, M.Pd. menyampaikan bahwa seluruh perhatian, dukungan moril, dan doa yang diberikan menjadi kekuatan besar bagi keluarga dalam menghadapi musibah ini.

“Atas nama keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Sekjen Kemenag RI, seluruh pimpinan, sahabat, keluarga besar UIN Mataram, dan semua pihak yang telah hadir serta membantu kami dalam seluruh proses pemakaman almarhumah. Semoga segala kebaikan yang diberikan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” ungkapnya dengan penuh haru.

Menurutnya, di tengah kehilangan yang mendalam, kehadiran banyak pihak menjadi penguat batin bagi keluarga untuk menerima takdir Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Berbagai papan karangan bunga ucapan belasungkawa dari sejumlah tokoh nasional dan daerah juga turut menghiasi rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir, mulai dari Sekjen Kemenag RI, Rektor UIN Mataram, hingga Wali Kota Mataram.

Keluarga berharap seluruh doa terbaik yang dipanjatkan menjadi penerang bagi almarhumah di alam keabadian dan seluruh kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah bagi semua pihak.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta membalas seluruh kebaikan para sahabat dan keluarga dengan keberkahan yang melimpah. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tutupnya. Adita@Humas-ppid