Mataram: Dalam rangka memperkuat kedaulatan digital bangsa, Humas dan Protokol UIN Mataram berinisiatif meluncurkan program Pam Swakarsa Digital yang menugaskan 15 mahasiswa UIN Mataram sebagai Duta Literasi Siber. Program ini menjadi langkah nyata kampus dalam menghadirkan generasi muda yang cakap menjaga ruang digital dari ancaman misinformasi, disinformasi, dan konten negatif. Kamis, 11/09/2025

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan bahwa ruang digital saat ini adalah bagian dari pertahanan bangsa yang tidak kalah penting dengan ruang nyata. Oleh karena itu, peran mahasiswa sebagai agen perubahan perlu diarahkan untuk menjaga kedaulatan digital melalui penguatan literasi dan konten-konten positif.
“Humas dan Protokol UIN Mataram menjadi pengawal langsung inisiatif Pam Swakarsa Digital ini. Para Duta Literasi Siber adalah garda terdepan kita untuk membangun kesadaran digital yang sehat, beretika, dan produktif di masyarakat,” ujar Rektor.
Program ini berlandaskan pada empat pilar literasidigital: cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital. Keempat pilar tersebut mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk mampu mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menciptakan informasi secara bijak dan bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya jejak digital yang sehat.

Koordinator Humas dan Kerjasama H.Sapardi, SE., MM. menambahkan bahwa Pam Swakarsa Digital bukan hanya sebatas program kampus, tetapi juga gerakan kebangsaan.
“Kita ingin mahasiswa tidak sekadar pengguna media digital, tetapi juga penjaga ruang digital. Mereka akan menjadi agen penyebar informasi positif, penangkal hoaks, dan penggerak budaya digital yang bermartabat,” jelasnya.
Ke depan, Duta Literasi Siber UIN Mataram akan dilibatkan dalam berbagai kampanye literasi digital, pelatihan komunikasi publik, hingga pengabdian masyarakat berbasis digital. Dengan demikian, UIN Mataram berharap mampu menjadi kampus percontohan nasional dalam membangun Pam Swakarsa Digital yang relevan dengan tantangan zaman.
Langkah strategis Humas dan Protokol UIN Mataram ini membuktikan bahwa literasi digital tidak hanya urusan teknologi, tetapi juga menyangkut kesadaran kolektif untuk menjaga Indonesia di ruang maya.Adita@Humas-ppid


