Mataram : Dalam rangka mengisi amaliah Ramadan yang penuh berkah, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nazaruddin Umar, menggelar Gerakan Indonesia Khatam Al-Qur’an yang akan tercatat dalam Rekor MURI 2025. Gerakan luar biasa ini melibatkan seluruh kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Kanwil Kementerian Agama se-Indonesia. Gerakan khataman serentak ini dilaksanakan pada Ahad, 16 Maret 2025, yang bertepatan dengan tanggal 16 Ramadan 1446 H. Ahad, 16/03/2025

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan istimewa edisi Ramadan, gerakan ini memiliki makna yang mendalam dalam menegaskan bahwa bulan suci Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kedamaian dan berkah, serta bulan yang tak terpisahkan dari Al-Qur’an. Program ini bukan hanya menjadi upaya untuk memperingati Nuzulul Qur’an, tetapi juga sebagai wujud nyata penghormatan terhadap kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup.

Rektor Universitas Islam Negeri Mataram yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Rektor PTKIN Indonesia Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., menyambut dengan antusias gerakan khataman Al-Qur’an yang begitu mulia ini. “Gerakan ini merupakan implementasi dari semangat Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan, bulan yang memungkinkan kita untuk merayakan kedekatan kita dengan Allah melalui ibadah dan pembacaan Al-Qur’an,” ujar beliau.

Kegiatan Indonesia Khataman Al-Qur’an dimulai pada pukul 00.01 WIB pada hari yang sama dan berlangsung hingga pukul 19.00 WIB. Di UIN Mataram, kegiatan ini akan dibuka secara resmi pada pukul 10.00 WIB dan berakhir pada malam hari. Setelah khataman, pada pukul 20.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus bersama Juz 30 yang dipimpin oleh Imam Masjid Istiqlal dan dapat diikuti oleh masyarakat baik secara offline maupun online.

Dengan target tercapainya 350.000 khataman Al-Qur’an pada hari tersebut, gerakan ini menjadi momentum penting untuk mengajak umat Islam di seluruh Indonesia bersatu dalam kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antar umat, tetapi juga memperkuat keimanan dan spiritualitas umat. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, gerakan ini adalah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia peduli terhadap pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan Indonesia Khatam Al-Qur’an ini tidak hanya memperkaya spiritualitas umat, tetapi juga memberikan teladan bagi generasi penerus bangsa untuk senantiasa mencintai dan mempelajari Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang memberikan petunjuk bagi kebahagiaan dunia dan akhirat,” ungkap Prof. Dr. H. Nazaruddin Umar.

Sebagai bagian dari program nasional ini, masyarakat Indonesia diundang untuk turut serta dalam kegiatan khataman, baik secara langsung di lokasi maupun melalui platform online yang telah disediakan. Semoga gerakan ini membawa keberkahan, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta memperkuat iman umat di seluruh Indonesia. Adita@Humas