MATARAM — Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menjadi pusat gerakan perlindungan kemanusiaan di Nusa Tenggara Barat. Bertempat di Auditorium Kampus 2 UIN Mataram, Rektor Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., memimpin langsung pembacaan Deklarasi Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang diikuti oleh sedikitnya 700 peserta, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Seminar Nasional & Temu Alumni IAIN/IKASUKA Sunan Kalijaga Jogjakarta yang mengusung tema besar kampanye antikekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Ibu Hj. Arifah Fauzi.

Tepat pukul 00.32 WITA, suasana Auditorium berubah menjadi khidmat sekaligus penuh semangat saat Prof. Masnun Tahir berdiri di atas podium. Sebagai figur sentral yang menjabat sebagai Rektor UIN Mataram, Sekretaris Alumni IKASUKA, sekaligus Ketua PWNU NTB, beliau memandu seluruh mahasiswa, dosen, dan pengurus Muslimat NU dalam mengikrarkan empat poin penting komitmen perlindungan:
Prof. Masnun memimpin Deklarasi Anti Kekerasan yang isinya:
- Kami menolak!!! Segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak!
- Kami berjanji!!! Melindungi perempuan dan anak di sekitar kami!
- Kami bergerak!!! Mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah!
- Kami percaya!!! Perempuan dan anak berhak hidup tanpa rasa takut!
“Deklarasi ini bukan sekadar kata-kata, melainkan janji moral kita semua untuk menjadikan kampus dan lingkungan sosial sebagai ruang aman bagi kelompok rentan,” tegas Prof. Masnun dalam sambutannya.@humas


