MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram melaksanakan kegiatan Finalisasi Rencana Induk Pengembangan (RIP), Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Operasional (Renop) di Hotel Fave Mataram Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., mewakili Rektor UIN Mataram dan dihadiri oleh Ketua Senat, Prof. Dr. H. Udin, M.Ag. Sekretaris Senat, Prof. Dr. H. Zaenudin Mansyur, M.Ag. dan seluruh elemen anggota Senat UIN Mataram serta Tim Penyusun RIP, Renstra, dan Renop UIN Mataram. Selasa, 11/11/2025

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd., Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Auditor Surveillance ISO, yang memaparkan arah dan prinsip dasar penyusunan dokumen strategis perguruan tinggi berbasis keberlanjutan (sustainability).
Dalam sambutannya, Prof. Adi Fadli menekankan pentingnya dokumen RIP, Renstra, dan Renop sebagai pijakan bagi UIN Mataram untuk melangkah lebih terarah menuju visi universitas yang berdaya saing nasional dan internasional. Ia juga menegaskan bahwa rencana pengembangan universitas harus disusun dengan memperhatikan konteks global, perubahan kebijakan, serta tantangan sosial yang dinamis.
Sementara itu, Prof. Sugeng Listyo Prabowo dalam pemaparannya menjelaskan bahwa perencanaan jangka panjang harus berorientasi global, bersifat adaptif, dan memiliki jati diri institusi yang jelas.
“Setiap perguruan tinggi harus memiliki diferensiasi misi—sesuatu yang membedakan dirinya dari institusi lain,” ujarnya.
Menurutnya, jati diri tersebut menjadi dasar dalam membangun konteks kelembagaan dan arah pengembangan yang berkesinambungan.
Lebih lanjut, Prof. Sugeng memaparkan bahwa UIN Mataram perlu menyelaraskan visinya dengan arah kebijakan nasional, termasuk RPJP 2025–2045 dan Renstra Kementerian Agama. Ia menjelaskan bahwa RIP UIN Mataram 2025–2045 akan mengusung visi sebagai universitas berdaya saing internasional yang mampu melahirkan lulusan kompeten, menghasilkan produk riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak sosial, serta memperkuat tata kelola berbasis nilai-nilai good governance.

Dalam sesi diskusi, narasumber juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan prodi dan fakultas baru, serta kolaborasi riset berbasis kewilayahan yang dapat mendukung pembangunan daerah di Nusa Tenggara Barat. Ia menekankan perlunya perencanaan berbasis data capaian Renstra sebelumnya agar target-target strategis seperti peningkatan akreditasi, jumlah publikasi ilmiah, dan kualitas lulusan dapat diukur secara akurat.
“Perencanaan strategis tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif. Ia harus menjadi kompas bagi arah pengembangan universitas dan mengandung indikator yang bisa diukur,” tegas Prof. Sugeng.
Ia juga menambahkan bahwa indikator keberhasilan UIN Mataram tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah program studi, tetapi juga dari mutu lulusan dan reputasi akademik universitas di tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, peserta aktif memberikan masukan dan saran terkait rancangan dokumen akhir RIP, Renstra, dan Renop. Diskusi berjalan dinamis, mencakup isu-isu strategis seperti integrasi tridharma perguruan tinggi, tata kelola kelembagaan yang kolaboratif, serta strategi internasionalisasi kampus.
Menutup kegiatan, Prof. Adi Fadli menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penyusun dan anggota senat atas komitmen dan dedikasinya dalam merampungkan dokumen strategis universitas.
“Finalisasi ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari langkah panjang UIN Mataram untuk menjadi universitas Islam negeri yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.
Dengan tersusunnya dokumen RIP, Renstra, dan Renop yang terintegrasi, diharapkan UIN Mataram mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi keagamaan islam negeri yang inovatif, adaptif terhadap perubahan global, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, lebih luas untuk kemajuan bangsa.* (thon)


