Mataram: Empat Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram resmi ditetapkan sebagai Asesor Jabatan Akademik Dosen Lektor Kepala (LK) dan Guru Besar (Profesor) dalam rumpun Ilmu Agama Islam. Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Nomor 4591 Tahun 2025. Senin, 23/06/2025.

Adapun keempat akademisi yang ditetapkan sebagai asesor adalah: Prof. Mohammad Abdun Nasir, MA., Ph.D., Prof. Dr. H. Fahrurrozi Dahlan, MA., Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., dan Prof. Dr. H. Saparuddin, M.Ag.

Dalam keterangan tertulisnya, Prof. Dr. H Fahrurrozi Dahlan, MA., selaku Direktur Pascasarjana UIN Mataram dan salah satu asesor terpilih, menegaskan bahwa asesor jabatan akademik adalah tim ahli multidisipliner yang memiliki kewenangan untuk memeriksa, menilai, menguji, dan memberikan rekomendasi terhadap usulan kenaikan jabatan akademik dosen, sebagaimana tertuang dalam KMA Nomor 828 Tahun 2024.

Menurutnya, terdapat tujuh syarat utama yang harus dipenuhi untuk dapat bersaing dan lolos sebagai asesor nasional, termasuk di antaranya adalah: telah menduduki jabatan Guru Besar (Profesor), memiliki reputasi akademik internasional, aktif sebagai tim penilai angka kredit di tingkat universitas, serta lulus seleksi administrasi dan uji kompetensi calon asesor yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kemenag RI.

Penetapan empat Guru Besar UIN Mataram ini sebagai asesor nasional dinilai menjadi capaian penting dalam penguatan kapasitas dan rekognisi kelembagaan UIN Mataram di tingkat nasional bahkan internasional. Hal ini sekaligus menegaskan kontribusi nyata sivitas akademika UIN Mataram dalam peningkatan mutu dosen dan tata kelola jabatan akademik di lingkungan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. “Ini adalah wujud nyata dari komitmen dan kapasitas luar biasa yang dimiliki para Guru Besar UIN Mataram. Kepercayaan ini bukan hanya prestasi personal, tetapi juga menandai peran strategis UIN Mataram dalam mendorong kualitas pendidikan tinggi keagamaan di tingkat nasional. Saya yakin, ke depan UIN Mataram akan semakin diperhitungkan dalam peta akademik nasional dan global,” tegasnya.

Dengan tambahan kekuatan ini, UIN Mataram optimis dapat menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul dan kompetitif secara global, serta mampu meningkatkan reputasi akademik dan rekognisi institusional di tingkat nasional dan internasional. Adita@Humas