Mataram: Salah satu isu-isu sosial-kemasyarakatan yang mendapatkan atensi dari dosen-peneliti UIN Mataram adalah kekerasan anak. Kekerasan terhadap anak, dalam dimensi dan manifestasinya yang beragam dan kompleks, baik fisik, ekonomi, seksual, dan perundungan, bermuara pada pola asuh dan pendidikan informal dalam keluarga. Faktor eksternal luar keluarga pun turut berkontribusi, akan tetapi faktor keluarga tetap dominan. Sabtu, 13/09/2025

Rata-rata anak-anak yang mengalami kekerasan atau menjadi pelaku kekerasan dikarenakan karena pola asuh dalam keluarga yang tidak tepat. Bukan saja pada keluarga yang broken home, akan tetapi dalam keluarga yang orang tuanya (ayah-ibu) masih lengkap, kekerasan anak bisa terjadi. Disebutkan bahwa hilangnya peran dan sosok seorang ayah menjadi pemicu tinggi terjadinya kekerasan seksual anak. Berbagai usaha yang dilakukan oleh pemerintah, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, peneliti dan akademisi telah dilakukan sejauh ini.

Namun, persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai. Untuk itu, usaha yang kontinyu dan sistimatis terus diupayakan. Salah satunya adalah penyusunan modul sebagai pedoman praktis pola asuh/pengasuhan. Modul pola asuh/pengasuhan transformatif yang disusun berdasarkan perspektif kebutuhan anak, kesetaraan jender dan kearifan lokal untuk pencegahan kekerasan terhadap anak sangat mendesak untuk direalisasikan.

Demikian hasil focus groups discussion (FGD) dengan narasumber Joko Jumadi, M.H. dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB dan Dr Mira Mareta (Dosen UIN Mataram dan Rengganis). Kegiatan FGD dilaksanakan oleh tim peneliti-dosen Universitas Negeri Mataram di Fave Hotel Mataram, Sabtu 13 September 2025. Acara secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag, didampingi oleh tim peneliti.

Peserta FGD berasal dari berbagai kalangan, mulai akademisi, praktisi, tokoh adat (Sasak, Samawa, Mbojo-Dompu), tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah dan perwakilan organisasi sosial-keagamaan sehingga menghasilkan usulan dan gagasan yang kritis, komprehensif dan akomodatif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari riset yang didanai oleh MORA-AIR FUNDS Kementrian Agama dan LPPD. Selain modul, riset juga akan menghasilkan policy brief dan publikasi artikel ilmiah dalam jurnal bereputasi terkait dengan kekerasan anak dan pola asuh keluarga. Diharapkan riset akan menghasilkan kontribusi teoritis dan praktis yang berdampak secara luas dalam rangka pencegahan dan penyelesaikan kekerasan anak serta penguatan fungsi dan peran keluarga. Adita@Humas