Mataram : Di balik dinding-dinding peradaban kampus, harapan besar sedang dirangkai. Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kini memasuki fase penting dalam perjalanan kelembagaannya: proses penjaringan Rektor periode 2025–2029. Lebih dari sekadar prosedur administratif, momentum ini menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh sivitas akademika untuk ikut menentukan arah masa depan universitas dan lebih luas lagi, kontribusi nyata kampus untuk bangsa. Rabu, 30/04/2025

Proses ini resmi dimulai dengan terbentuknya Tim Tujuh Panitia Penjaringan, yang diketuai oleh Dr. Muhammad Sai, M.A. Bersama para anggota dari unsur dosen, dan tenaga kependidikan, panitia diberi amanah untuk menjalankan tahapan dengan integritas, keterbukaan, dan semangat kebersamaan.
Tahapan pertama yang dilakukan adalah sosialisasi penjaringan calon Rektor melalui media cetak, elektronik, serta jaringan Humas antar-PTKIN/PTU. Ini adalah panggilan bagi para calon pemimpin yang memiliki visi, semangat perubahan, dan dedikasi untuk memajukan UIN Mataram sebagai universitas berkelas dunia yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Setelah tahap sosialisasi, pendaftaran resmi calon Rektor dibuka. Para kandidat akan melalui proses verifikasi berdasarkan persyaratan umum, khusus, dan tambahan. Berkas calon yang dinyatakan lengkap diserahkan kepada Rektor UIN Mataram hari ini, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., sebagai bentuk tanggung jawab administratif dan akademik.
Selanjutnya, Senat Universitas akan melakukan penilaian kualitatif, mencermati rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, dan visi akademik setiap calon. Hasil penilaian itu kemudian akan disampaikan kepada Panitia Seleksi (Pansel) Pusat, yang akan memilih maksimal tiga bakal calon Rektor untuk diajukan ke Menteri Agama Republik Indonesia.
“Proses ini adalah panggung kolaboratif seluruh insan kampus yang cinta akan masa depan UIN Mataram. Kita bukan hanya memilih Rektor, tetapi menyiapkan nahkoda peradaban,” ungkap Dr. Muhammad Sai, M.A., Ketua Panitia Penjaringan.
Lebih lanjut ketua panituia, menegaskan pentingnya menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi kolektif. “Mari kita jadikan penjaringan ini bukan hanya sebagai proses seleksi, tetapi juga sebagai ajang menyatukan harapan, memperkuat sinergi, dan memastikan keberlanjutan kemajuan UIN Mataram untuk bangsa.”
Di tengah dinamika dan tantangan zaman, UIN Mataram berdiri tegak sebagai lembaga pendidikan yang terus bertransformasi. Proses penjaringan ini menjadi bukti bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang demokrasi, integritas, dan harapan. Dari kampus, kita bangun peradaban. Dari kampus, kita bersuara untuk bangsa. Adita@Humas


