Kamis, 17 Juli 2025, bertempat di Fave Hotel Mataram, UPT Pengembangan Bahasa UIN Mataram menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Bahan Ajar Tiga Bahasa” (Indonesia, Inggris, Arab) yang diikuti guru-guru SD/MI se-Pulau Lombok. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dasar dan perguruan tinggi, sekaligus merespons kebijakan kurikulum baru yang mewajibkan bahasa Inggris pada jenjang SD/MI.

Dalam sambutannya, Kepala UPT Pengembangan Bahasa, Dr. Muhsinin, M.A. menekankan pentingnya keterlibatan narasumber dari luar kampus sebagai wujud sinergi dan kolaborasi, terutama menghadirkan dua akademisi dari kampus tetangga yaitu Santi Farmasari, M.Ed., Ph.D. dari Universitas Mataram dan Dr. Nasaruddin, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Mataram. Selain itu, Dr. Muhsinin, M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa para peserta hadir dengan antusias tinggi, sebuah indikasi kuat akan komitmen dan semangat guru-guru untuk meningkatkan kualitas bahan ajar tiga bahasa. Kepala UPT Pengembangan Bahasa juga menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk respons nyata terhadap kebijakan kurikulum yang kini secara resmi mewajibkan pembelajaran Bahasa Inggris di SD/MI.

Selanjutnya, Wakil Rektor III, Prof. Dr. Subhan Abdullah Acim, M.A. yang mewakili Rektor UIN Mataram membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, alumnus S2 dan S3 Universitas Daru Hadits Maroko ini mengapresiasi kehadiran guru-guru dari tiga bahasa, dan menggarisbawahi antusiasme mereka sebagai representasi kesungguhan dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Ia juga menekankan perlunya metode pengajaran yang menarik dan menyenangkan untuk anak-anak agar proses belajar menjadi lebih efektif. Selain itu, WR III mengenalkan sejumlah program unggulan UPT Pengembangan Bahasa, seperti pelatihan TOEFL dan TOAFL, serta seleksi mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Timur Tengah. Yang tak kalah penting, ia turut mengingatkan agar Bahasa Indonesia—sebagai bahasa negara—diberikan perhatian serius, tidak dipandang enteng oleh para siswa.
Acara FGD hari ini tidak hanya menjadi ajang berbagi strategi dan inovasi dalam penyusunan materi ajar tiga bahasa, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam menjalin jejaring yang lebih luas antara UIN Mataram dan lembaga-lembaga pendidikan di Lombok. Harapannya, dari diskusi ini akan lahir bahan ajar yang lebih kontekstual dan sesuai kebutuhan peserta didik, serta memperkokoh keberlanjutan pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar dengan penguatan pendidikan bahasa di tingkat SD/MI.
Secara keseluruhan, kegiatan hari ini menegaskan posisi strategis UPT Pengembangan Bahasa UIN Mataram sebagai penggerak inovasi dalam pendidikan bahasa di Lombok, dengan dukungan dari akademisi, antusiasme guru-guru, serta prioritas kuat terhadap Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab di jenjang dasar.


