Sebagai wujud komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menembus standar internasional, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram menggelar Uji Publik Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) untuk sepuluh program studi di lingkungan FTK pada hari Kamis, 24 Juli 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional yang ditargetkan dapat mendongkrak reputasi institusi di tingkat global. Uji publik ini melibatkan lebih dari 20 pemangku kepentingan dari berbagai unsur, di antaranya alumni, perwakilan Dinas Pendidikan, kepala madrasah, Kepala Sekolah, guru beberapa mata pelajaran di sekolah umum, hingga staekholder dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB. Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya implementasi kurikulum OBE sebagai tonggak peningkatan kualitas akademik UIN Mataram menuju akreditasi internasional.“OBE bukan hanya soal menyelesaikan materi, tetapi bagaimana menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai kebutuhan dunia kerja global. Ini tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk bergerak lebih maju,” tegas Prof. Dr. H. Masnun di hadapan peserta forum.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I., dalam sembutannya menambahkan bahwa uji publik ini merupakan tahapan krusial sebelum kurikulum OBE diterapkan secara penuh. Menurutnya, OBE menekankan capaian pembelajaran (outcome) sehingga mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai teori, tetapi juga kompetensi praktis yang relevan dengan perkembangan zaman yang tertuang dalam rumusan capaian pembelajaran yang sudah disesuaikan.

Dalam forum ini, para ketua program studi dan tim kurikulum prodi mempresentasikan kurikulum OBE masing-masing yang 2 bulan terakhir sudah dirumuskan baik secara kolektif di workshop kurikulum yang sudah difasilitasi oleh UIN Mataram, maupun diskusi di tingkat prodi. Mereka menjelaskan struktur mata kuliah, profil lulusan, penyesuaian capaian pembelajaran, strategi pelaksanaan pembelajaran, serta peta kurikulum. Presentasi ini kemudian mendapat masukan dan kritik konstruktif dari para stakeholder yang hadir.Drs. H. Muhammad Amin, M.Pd., Kabid Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi NTB, menekankan pentingnya isu inklusi, sekolah ramah anak, dan moderasi beragama sebagai muatan yang perlu terintegrasi secara substansial dan praktik di kelas. Menurutnya, kurikulum yang sensitif terhadap keragaman dan kebutuhan peserta didik akan mendukung terciptanya ekosistem belajar yang aman dan produktif.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Mataram, Drs. H. Lalu Syauki, MS., M.Pd., menyoroti kebutuhan tenaga laboran di sekolah-sekolah, khususnya madrasah dan SMA. Ia berharap lulusan FTK dapat menjawab tantangan ini dengan menyiapkan kompetensi praktis, sehingga mampu mendukung pembelajaran berbasis laboratorium.Tak hanya dari madrasah, perwakilan guru SMKN 1 Gerung juga mengingatkan pentingnya penyediaan guru agama yang kompeten di sekolah kejuruan. Hal ini menurutnya menjadi bagian dari tantangan lintas bidang yang perlu dijawab melalui kurikulum yang adaptif.Masukan lain datang dari perwakilan MTsN 1 Mataram yang menyoroti relevansi kurikulum OBE dengan kebijakan terkini Kementerian Agama, termasuk penekanan pada penguatan moderasi beragama dan literasi digital.

Muhammad Ajudin dari Kanwil Kemenag NTB turut menegaskan perlunya sinkronisasi dengan kebijakan nasional, agar kurikulum OBE benar-benar kontekstual dan sesuai arah pembangunan pendidikan nasional.Sementara itu, perwakilan MIN 2 Mataram mengingatkan agar calon guru dibekali kemampuan literasi teknologi yang memadai, mengingat tuntutan pembelajaran era digital. Ia juga menyoroti kewajiban mata pelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar, yang harus diantisipasi melalui penyiapan guru-guru dengan kemampuan bahasa asing yang baik.Dengan berbagai masukan konstruktif tersebut, FTK UIN Mataram optimis bahwa implementasi kurikulum OBE khususnya di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram akan semakin matang. Ke depan, kurikulum ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di panggung internasional.@humas