Mataram – Setiap langkah kecil bisa membawa perubahan besar—termasuk dari podium debat. Tiga mahasiswa UIN Mataram: Baiq Isan Juniar, Sona Amaleia, dan Muh Fauzul, membuktikan bahwa suara anak muda bisa menjadi kekuatan dalam menjaga masa depan bumi. Mereka tampil sebagai delegasi kampus dalam Kompetisi Debat Lingkungan dan Berkelanjutan Tingkat Nasional Equiliber 2025, sebuah ajang bergengsi yang digelar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Senin, 26/05/2025

Dengan semangat tinggi dan dedikasi yang kuat, tim Humas dan Protokol UIN Mataram ini menjalani proses seleksi yang panjang sejak 13 Mei hingga 9 Juni 2025. Mulai dari seleksi video profil, mereka melaju ke babak 32 besar, lalu 16 besar, 8 besar, hingga menuju panggung grand final. “Kami tidak hanya ingin bicara, tapi menyuarakan perubahan,” ungkap Baiq Isan penuh semangat saat ditemui di ruang Humas kampus.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan kebanggaan atas perjuangan mereka. “Inilah semangat mahasiswa yang kita banggakan—berani tampil, berpikir kritis, dan membela nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan. Semoga ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Ajang ini bukan sekadar lomba, tapi panggung pembuktian bahwa mahasiswa UIN Mataram mampu membawa pesan perubahan dari kampus hijau menuju pentas nasional. Mereka bukan hanya belajar bicara, tapi menyuarakan masa depan. Dari debat, lahirlah harapan.Adita@Humas