MATARAM : Rektor UIN Mataram secara resmi membuka Pelatihan Dasar Penanggulangan Kebakaran yang diselenggarakan oleh Bagian Umum Rektorat sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan kampus. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengelola gedung di lingkungan UIN Mataram, yang terdiri atas tim keamanan, staf pengelola gedung, serta para penanggung jawab ruangan dari berbagai unit kerja.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram menegaskan bahwa pelatihan penanggulangan kebakaran merupakan bagian penting dari upaya membangun kesadaran dan kapasitas seluruh sivitas akademika dalam menghadapi kondisi darurat. Menurutnya, pengetahuan mengenai penanganan kebakaran bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga menjadi ilmu penyelamatan yang dapat melindungi diri sendiri maupun orang lain ketika terjadi keadaan darurat.

“Pelatihan ini sangat penting karena memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat menyelamatkan nyawa. Dengan memahami prosedur penanggulangan kebakaran, setiap peserta diharapkan menjadi lebih percaya diri, mampu tetap tenang, serta dapat mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Rektor.

Rektor juga menjelaskan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) telah menjadi standar yang wajib dipenuhi oleh setiap institusi yang mengelola bangunan dengan tingkat aktivitas tinggi. Gedung-gedung yang digunakan oleh ratusan hingga ribuan orang setiap hari harus memiliki sistem perlindungan yang memadai, baik dari sisi sarana maupun kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi risiko, termasuk kebakaran.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemenuhan standar K3 tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas seperti alat pemadam api ringan (APAR), jalur evakuasi, titik kumpul, maupun sistem peringatan dini, tetapi juga harus didukung oleh kesiapan personel yang memahami prosedur penanganan keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Oleh karena itu, seluruh pengelola gedung, petugas keamanan, staf, dan penanggung jawab ruangan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui pengetahuan, latihan, dan budaya disiplin,” tambahnya.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar kebakaran, identifikasi potensi bahaya, teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur evakuasi, hingga simulasi penanganan kebakaran sesuai standar keselamatan kerja. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam melakukan tindakan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.