SERANG — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) Se-Indonesia Tahun 2026. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di Auditorium Gedung Rektorat UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten selaku tuan rumah ini ditandai dengan pemukulan bedug khas Banten.
Program pengabdian kolaboratif berskala nasional ini mengusung tema besar tentang merawat ekoteologi. Sebanyak 240 mahasiswa delegasi terbaik dari 42 Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia akan diterjunkan langsung untuk hidup bermasyarakat dan mengabdi selama 40 hari, mulai 15 Juli hingga 23 Agustus 2026. Lokasi pengabdian dipusatkan di desa-desa sekitar Kecamatan Leuwidamar dan Cirinten, Kabupaten Lebak, yang beririsan langsung dengan wilayah masyarakat adat Suku Baduy.

Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan pentingnya mahasiswa untuk turun ke lapangan bukan hanya untuk mengajar, melainkan juga untuk belajar. Beliau meminta para peserta KKN Nusantara untuk menjadi cendekiawan arif yang mampu menyerap kearifan lokal. Menteri Agama menegaskan bahwa mahasiswa nanti akan belajar secara langsung tentang bagaimana merawat tradisi sekaligus membangun harmoni dengan penganut kepercayaan lain di lapangan.
Di antara puluhan kampus yang hadir, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram turut ambil bagian secara aktif dalam menyukseskan gelaran nasional ini. Kampus hijau dari Nusa Tenggara Barat tersebut mengirimkan 8 mahasiswa delegasi terbaiknya untuk membaur dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia. Kehadiran delegasi UIN Mataram ini didampingi langsung oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Mataram, Dr. Muhamad Yusup, M.Si. Kehadiran pihak LP2M ini menegaskan komitmen penuh UIN Mataram dalam mendukung program pengabdian nasional yang berbasis pada moderasi beragama dan pelestarian lingkungan. Diharapkan, para mahasiswa UIN Mataram mampu membawa warna positif serta mengolaborasikan gagasan lokal NTB dengan kearifan lokal masyarakat adat Banten.
Rektor UIN SMH Banten, Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pemilihan wilayah Kabupaten Lebak—khususnya kawasan Baduy—memiliki nilai strategis yang sangat tinggi di tengah isu krisis iklim global. Suku Baduy dinilai menjadi contoh nyata (*episentrum*) masyarakat yang memiliki nilai-nilai ekoteologis luar biasa dalam menjaga keseimbangan alam, tradisi, dan kehidupan sosial. Selain 240 mahasiswa delegasi Nusantara, UIN SMH Banten selaku tuan rumah juga turut menerjunkan total 1.400 mahasiswa internalnya yang disebar di berbagai kecamatan di Provinsi Banten secara serentak.
Prosesi pelepasan keberangkatan para mahasiswa menuju posko masing-masing telah dilaksanakan di Gedung PPG UIN SMH Banten. Selama hampir enam minggu ke depan, para peserta KKN Nusantara – termasuk 8 delegasi dari UIN Mataram – diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu akademik mereka, melakukan ziarah ekologis, sekaligus menebarkan benih moderasi beragama di Bumi Nusantara.


