MATARAM: Dalam upaya membangun budaya kampus hijau dan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola persampahan di lingkungan kampus. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyerahan fasilitas tong sampah kepada seluruh fakultas dan Pascasarjana sebagai bagian dari implementasi pengelolaan sampah terintegrasi. Senin, 11 Mei 2026

Penyerahan fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Rektor Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir kepada para dekan dan direktur Pascasarjana di lingkungan UIN Mataram. Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut Surat Edaran Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penanganan Sampah di Lingkungan Kementerian Agama RI.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama seluruh sivitas akademika. Menurutnya, kampus tidak hanya bertanggung jawab mencetak generasi unggul secara intelektual, tetapi juga harus mampu membangun kesadaran ekologis dan budaya hidup bersih.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk disiplin dalam mengelola sampah. Karena itu, seluruh fakultas dan unit harus menjadi bagian dari gerakan kampus hijau yang berkelanjutan,” tegasnya.
SE Kemenag Nomor 10 Tahun 2026 mengamanatkan seluruh satuan kerja Kementerian Agama untuk melaksanakan pengelolaan sampah secara berkelanjutan mulai dari pengurangan sampah, penanganan sumber sampah, pengolahan sampah, hingga pembentukan unit pengelola sampah yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pengawasan tata kelola persampahan.
Pembagian tong sampah kepada fakultas dan Pascasarjana diharapkan mampu memperkuat sistem pemilahan sampah dari sumbernya serta menciptakan lingkungan akademik yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan penguatan indikator UI GreenMetric World University Rankings.
Melalui gerakan ini, UIN Mataram ingin memastikan bahwa semangat green campus diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi seluruh elemen kampus. Dengan tata kelola persampahan yang lebih terintegrasi, kampus optimistis mampu menjadi lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Adita@Humas-ppid


