Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag menegaskan bahwa sertifikasi ISO 17025:2017 pada Laboratorium Terpadu menjadi bagian penting dalam strategi besar penguatan mutu institusi menuju perguruan tinggi berdaya saing global. Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan penguatan dan pendampingan sertifikasi laboratorium yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026, didampingi Wakil Rektor I.

Dalam arahannya, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag menilai keberadaan laboratorium yang memenuhi standar internasional tidak lagi sekadar menjadi pelengkap fasilitas akademik, melainkan telah menjadi indikator utama kualitas perguruan tinggi modern. Menurutnya, laboratorium yang tersertifikasi mampu memperkuat kredibilitas institusi dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, ISO 17025:2017 merupakan standar internasional yang mengatur kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Karena itu, penerapan standar tersebut diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas tata kelola laboratorium, validitas hasil pengujian, hingga penguatan budaya mutu di lingkungan kampus.

“Perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran, tetapi juga memiliki sistem laboratorium yang kredibel, akuntabel, dan diakui secara internasional. Sertifikasi ISO 17025:2017 menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat posisi strategis UIN Mataram di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag menyampaikan bahwa langkah tersebut selaras dengan visi transformasi UIN Mataram dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, penguatan laboratorium akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas riset dosen dan mahasiswa, pengembangan inovasi akademik, serta produktivitas publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Ia juga menekankan bahwa sertifikasi laboratorium memiliki keterkaitan erat dengan target akreditasi internasional institusi, fakultas, maupun program studi di lingkungan UIN Mataram. Dalam konteks persaingan pendidikan tinggi global, reputasi laboratorium menjadi salah satu aspek yang diperhatikan lembaga akreditasi internasional dalam menilai kesiapan dan kualitas perguruan tinggi.

“Akreditasi internasional tidak dapat dicapai hanya melalui administrasi akademik semata. Dibutuhkan dukungan sistem penjaminan mutu yang kuat, termasuk laboratorium yang memenuhi standar internasional. Karena itu, sertifikasi ini harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan institusi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I menambahkan bahwa proses sertifikasi membutuhkan komitmen kolektif seluruh sivitas akademika. Tidak hanya pengelola laboratorium, tetapi juga dosen, tenaga kependidikan, peneliti, hingga mahasiswa harus terlibat dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

Menurutnya, laboratorium yang tersertifikasi akan membuka peluang lebih luas bagi UIN Mataram dalam menjalin kerja sama riset, pertukaran akademik, hingga kolaborasi pengembangan inovasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di tingkat internasional.

Dorongan percepatan sertifikasi ISO 17025:2017 tersebut menjadi bukti keseriusan UIN Mataram dalam memperkuat fondasi akademik dan riset menuju World Class University. Melalui penguatan standar mutu laboratorium, kampus diharapkan mampu menghadirkan sistem pendidikan tinggi yang unggul, kompetitif, dan relevan dengan tantangan global masa depan.Adita@Humas-ppid