HUMAS – Mataram (23 April 2026) – Pascasarjana UIN Mataram menyelenggarakan kegiatan Studium General bertema “Pengembangan SDM di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam”. Tema tersebut difokuskan pada “Pengembangan SDM Mahasiswa dengan Lima Kecerdasan: Intelektual, Emosional, Fisik, Sosial, dan Spiritual” dengan menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Dalam penyampaiannya, Prof. Ali Ramdhani menegaskan bahwa pengembangan SDM di perguruan tinggi tidak cukup hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi harus dilakukan secara utuh dengan menyentuh dimensi akal, keterampilan, dan sikap hidup. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi masa depan perlu dibentuk menjadi insan akademik yang unggul secara kompetensi sekaligus matang secara karakter. “Yang diubah bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan perilaku,” ungkapnya.

a menjelaskan bahwa pembentukan kualitas manusia dapat dilakukan melalui penguatan lima kecerdasan utama. Pertama, kecerdasan intelektual, yaitu kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis, dan kreatif dalam memahami ilmu pengetahuan. Mahasiswa harus mampu menganalisis persoalan, mencari solusi, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kedua, kecerdasan emosional, yakni kemampuan untuk mengenali dan mengendalikan emosi, membangun empati, serta menjaga hubungan interpersonal yang sehat. Menurutnya, kecerdasan emosional sangat penting dalam kepemimpinan dan kehidupan sosial. Ia mengingatkan agar seseorang tidak mengambil keputusan saat marah karena kondisi emosional dapat menurunkan kualitas pertimbangan.

Ketiga, kecerdasan fisik, yaitu kemampuan menjaga kesehatan jasmani, disiplin hidup, dan kebugaran tubuh. Mahasiswa yang sehat secara fisik akan lebih produktif, bersemangat, dan mampu menjalankan aktivitas akademik dengan optimal. Karena itu, pola hidup sehat, olahraga, dan manajemen waktu menjadi bagian penting dalam pengembangan diri.
Keempat, kecerdasan sosial, yaitu kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Dalam era globalisasi, mahasiswa dituntut mampu membangun jejaring, berkolaborasi lintas disiplin, serta memiliki sensitivitas sosial terhadap persoalan masyarakat.
Kelima, kecerdasan spiritual, yakni kemampuan memaknai kehidupan, memperkuat hubungan dengan Tuhan, serta menjadikan nilai moral sebagai dasar perilaku. Kecerdasan spiritual menjadi fondasi integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan orientasi hidup yang benar. Dalam konteks PTKIN, keselarasan antara iman, ilmu, dan amal merupakan ciri utama SDM unggul.
Prof. Ali Ramdhani juga menekankan bahwa karakter seseorang dibentuk oleh kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Pengetahuan yang dimiliki harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ilmu, menurutnya, tidak boleh berhenti di kepala, tetapi harus turun ke hati dan tercermin dalam perbuatan. Oleh sebab itu, kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari realitas sosial, melainkan harus menjadi mercusuar yang memberi arah dan manfaat bagi masyarakat.
Direktur Pascasarjana UIN Mataram dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas melahirkan lulusan cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang sehat, berintegritas, mampu berkolaborasi, dan memiliki kedalaman spiritual.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Melalui Studium General ini, diharapkan mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram mampu mengembangkan lima kecerdasan secara seimbang sebagai bekal menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi bagi bangsa serta peradaban.@Humas


