MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang mendalam atas dedikasi dan kiprah akademik serta kepemimpinan Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di tingkat nasional.

Kepercayaan yang diberikan kepada beliau untuk menjadi khatib Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta pada Jumat, 29 Syawal 1447 H bertepatan dengan 17 April 2026 M, merupakan pengakuan atas kapasitas keilmuan, integritas, serta kontribusi beliau dalam pengembangan pemikiran Islam kontemporer di Indonesia. Khutbah tersebut disiarkan secara langsung melalui TVRI, RRI, serta berbagai platform media resmi Masjid Istiqlal, menjangkau audiens nasional secara luas.

Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., mengangkat tema aktual dan relevan, yakni “Peran Fintech Syariah di Era Modern: Adaptasi Hukum Islam dalam Dinamika Zaman.” Tema ini mencerminkan perhatian serius terhadap perkembangan teknologi finansial berbasis syariah yang kian pesat serta implikasinya terhadap konstruksi hukum Islam di era digital.

Fenomena financial technology (fintech) syariah merupakan bagian dari transformasi besar dalam lanskap ekonomi global. Dalam perspektif Hukum Islam, kehadiran fintech tidak hanya menghadirkan peluang ekonomi, tetapi juga menuntut respons metodologis yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Tema ini secara implisit mengangkat beberapa isu krusial terkait reaktualisasi fikih muamalah. Fintech syariah menuntut pengembangan ijtihad kontemporer, terutama dalam menjawab persoalan transaksi digital, peer-to-peer lending, dan blockchain. Hal ini mengharuskan para ulama dan akademisi untuk tidak hanya berpegang pada teks klasik, tetapi juga melakukan kontekstualisasi melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Juga isu krusial terkait etika digital dan keuangan syariah. Di tengah maraknya praktik ekonomi digital, prinsip keadilan (al-‘adl), transparansi (al-shafāfiyyah), dan kemaslahatan (al-maṣlaḥah) menjadi fondasi utama dalam memastikan bahwa inovasi teknologi tidak menyimpang dari nilai-nilai syariah. Selain itu terkait inklusi keuangan berbasis syariah. Fintech syariah memiliki potensi besar dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, khususnya bagi kelompok unbanked dan underserved. Dalam konteks Indonesia, hal ini sejalan dengan visi pembangunan ekonomi inklusif berbasis nilai-nilai keislaman. Disampin itu juga isu terkait tantangan regulasi dan literasi. Perkembangan fintech juga memunculkan tantangan baru dalam aspek regulasi dan literasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara akademisi, regulator, dan praktisi untuk memastikan keberlanjutan ekosistem fintech syariah.

Tema khutbah tersebut tentunya memilik urgensi dalam konteks kekinian, di tengah percepatan digitalisasi ekonomi global, tema yang diangkat oleh Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., menjadi sangat relevan. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki peluang strategis untuk menjadi pusat pengembangan fintech syariah. Namun demikian, peluang ini hanya dapat diwujudkan melalui penguatan basis keilmuan, inovasi, serta integritas moral dalam praktik ekonomi.

Dalam kerangka ini, peran perguruan tinggi keagamaan Islam, khususnya UIN Mataram, menjadi sangat penting sebagai pusat pengembangan keilmuan yang integratif antara agama, teknologi, dan kebangsaan. Keterlibatan aktif Rektor UIN Mataram di panggung nasional mencerminkan kontribusi nyata institusi dalam menjawab tantangan zaman.

Alahamdulillah, kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., tidak hanya menjadi kebanggaan institusional, tetapi juga inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan akademik yang berbasis pada integritas, keilmuan, dan komitmen kebangsaan mampu menembus batas-batas lokal menuju pengakuan nasional.

UIN Mataram menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pemikiran Islam yang moderat, adaptif, dan responsif terhadap dinamika global, sejalan dengan visinya sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing internasional. Adita@Humas-ppid