Mataram, April 2026. Upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat semakin menunjukkan langkah konkret melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram, Wahana Visi Indonesia (WVI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam membangun kolaborasi lintas sektor yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini, untuk menindaklanjuti Memorandum of Understanding antara UIN Mataram dan Wahaha Visi Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia NTB tentang Pemberdayaan Masyarakat berbasis Nilai, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyatakat (LP2M) UIN Mataram menandatangani 4 Perjanjian Kerjasama yang akan dilaksanakan sepanjang 5 tahun. Adapun bentuk kerjasama tersebut meliputi:
- Adaptasi, Pelatihan, dan Kepemilikan Modul Empower World View (EWV) Dan Celebrating Families dalam Konteks Lokal.
- Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara.
- Riset, Inovasi, dan Advokasi untuk Perluasan Dampak, dan
- Fasilitasi dan Dokumentasi Pembelajaran Bersama serta Mobilisasi Sumber Daya
Perjanjian kerjasama ini sebagai wujud kesadaran, kepeduliaan dan aksi bersama untuk memajukan masyarakat Nusa Tenggara Barat melalui program yang dilaksanakan melalui perencanaan berbasis pada permasalahan nyata dan dilaksanakan berbasis pada data ysng terukur outputnya, sehingga menghadirkan dampak manfaat untuk penguatan masyarakat NTB.
Penandatanganan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut dihadiri oleh pimpinan dari masing-masing lembaga, akademisi, tokoh masyarakat, serta sejumlah mitra strategis. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan program-program pemberdayaan berbasis riset, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial dalam pembangunan.

Ketua LP2M UIN Mataram yang diwakil Sekertaris (Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, M.Pd) dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan tri dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Ia menyebutkan bahwa sinergi dengan lembaga non-pemerintah dan otoritas keagamaan akan memperluas jangkauan serta dampak program-program yang dijalankan.
Sementara itu, perwakilan Wahana Visi Indonesia diwakil Manajer Project Wilayah Barat (Johny Noya) menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pendekatan pembangunan berbasis komunitas dengan nilai-nilai lokal dan keagamaan. Dengan dukungan akademisi dan ulama, program-program yang dirancang diharapkan lebih kontekstual, inklusif, dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Ketua MUI Provinsi NTB yang diwakil Sekertaris Umum (Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, MA) menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, peran ulama tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi juga turut aktif dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pelaksanaan penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, edukasi dan literasi keagamaan, serta penguatan ketahanan keluarga dan komunitas. Ketiga lembaga sepakat untuk saling mendukung dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program secara berkelanjutan.
Melalui penandatanganan kerja sama ini, diharapkan tercipta model kolaborasi yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi, lembaga kemanusiaan, dan otoritas keagamaan.
Dengan semangat kebersamaan, ketiga lembaga optimistis bahwa kemitraan ini akan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat NTB yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera.@humas


