UIN Mataram termasuk satu dari enam PTKIN yang berkontribusi melahirkan paten hasil penelitian dosen. Hingga tahun 2025 hanya ada 38 paten yang dihasilkan oleh dosen PTKIN yang tercatat dalam aplikasi Litapdimas Kementerian Agama. Tiga dari 38 paten tersebut dihasilkan oleh dosen UIN Mataram, yakni: paten tentang “FORMULA LULUR BUBUK KAYA ANTIOKSIDAN DARI BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa l var glutinosa), KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangosta) DAN AMPAS BUAH KELAPA (Cocos nucifera)”, “KOMPOSISI LULUR HERBAL KAYA ANTIOKSIDAN DARI KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DAN KULIT BUAH JERUK MANIS (Citrus X sinensis)”, dan “KOMPOSISI NATA DE SOYA YANG MENGANDUNG FERMENTAT LIMBAH CAIR TAHU YANG DIPERKAYA ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA”. Sedangkan 35 Paten lainnya berasal dari riset dosen PTKIN yang tersebar pada lima PKIN lainnya, seperti UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Jogja, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Atas prestasi tersebut, Ketua LP2M UIN Mataram diundang oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam untuk menghadiri Workshop “Penguatan Program Bantuan Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Hilirisasi Kemitraan” dengan topik utama terkait dengan “Kurasi, Hilirisasi, dan Kemitraan dalam Penelitian”. Prof. Dr. Kadri, M.Si hadir atas nama Ketua LP2M UIN Mataram bersama 12 dosen dan ketua LP2M se Indonesia yang diundang sebagai peserta dalam workshop terbatas tersebut. Undangan bagi ketua LP2M UIN Mataram ini tidak hanya karena kapasitas personal beliau tetapi secara institusional LP2M UIN Mataram memiliki prestasi sebagai lembaga yang mampu mendorong lahirnya paten dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen UIN Mataram. Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai penyelenggara workshop secara terbatas mengundang peserta yang dianggap mampu memberikan gagasan dan ide dalam merumuskan stategi dan langkah yang tepat untuk proses hilirisasi hasil riset.
Workshop yang berlangsung tanggal 8-10 April di Hotel Grand Orchardz Jakarta ini dibuka oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Dalam sambutannya, Bapak Direktur mengharapkan workshop ini bisa merumuskan draft kebijakan yang terkait dengan startegi penguatan hilirisasi hasil riset dosen Perguruan Tinggi Keagamaan sehingga berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc. (Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) yang mengkoordinir workshop tersebut menaruh harapan besar pada semua peserta untuk bisa merumuskan stadar output riset dan pengabdian yang bisa menghasilkan paten dan produk yang bermanfaat lainnya sehingga dapat dimanfaatkan oleh stakeholders untuk menyelesaikan persoalan atau dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis dan aktivitas yang memiliki nilai tambah secara ekonomi dan sosial. @humas


