MATARAM: Gelombang internasionalisasi pendidikan tinggi kembali terlihat nyata di UIN Mataram. Ratusan calon mahasiswa asing dari 25 negara resmi mendaftarkan diri untuk melanjutkan studi, menandai meningkatnya kepercayaan global terhadap kampus yang berbasis di Pulau Lombok Mandalika Nusa Tenggara Barat. Rabu, 08/04/2026
Rektor UIN Mataram, Prof. DR. TGH. Masnun Tahir, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme luar biasa dari para pendaftar internasional. Menurutnya, fenomena ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan strategi internasionalisasi kampus, tetapi juga menunjukkan bahwa UIN Mataram telah menjadi bagian dari peta pendidikan tinggi global yang semakin diperhitungkan.
“Ini adalah sinyal kuat bahwa UIN Mataram semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat internasional sebagai destinasi pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berbasis nilai-nilai Islam moderat,” ujarnya.
Data dari International Office mencatat, sebanyak 227 calon mahasiswa asing mengikuti proses pendaftaran tahun ini. Mereka berasal dari berbagai kawasan strategis dunia, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika. Negara-negara seperti Thailand, Palestina, Arab Saudi, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, hingga Ghana menjadi bagian dari daftar panjang asal pendaftar yang menunjukkan luasnya jangkauan global UIN Mataram.
Persaingan paling ketat terjadi pada jalur Beasiswa Rektor yang menjadi magnet utama bagi para pendaftar. Dari ratusan peserta, hanya sekitar 50 orang yang akan lolos sebagai penerima beasiswa setelah melalui proses seleksi yang ketat dan berbasis merit. Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Adi Fadli, menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara profesional untuk menjaring mahasiswa terbaik yang mampu berkontribusi di tingkat internasional.
Menariknya, peningkatan jumlah pendaftar tidak hanya didominasi oleh jalur beasiswa. Sejumlah calon mahasiswa juga mendaftar melalui jalur biaya mandiri, menunjukkan bahwa daya tarik UIN Mataram telah berkembang secara independen di mata dunia. Para pendaftar ini tidak hanya mencari pendidikan, tetapi juga pengalaman belajar dalam lingkungan multikultural yang kaya akan nilai akademik dan kultural.
Ketua LP2M, Prof. DR. H. Kadri, menilai capaian ini sebagai bukti nyata transformasi UIN Mataram menuju kampus berkelas dunia. Ia menekankan bahwa internasionalisasi bukan hanya tentang jumlah mahasiswa asing, tetapi juga tentang kualitas kolaborasi, riset, dan kontribusi akademik dalam menjawab tantangan global.
Dengan tingginya minat mahasiswa asing dari 25 negara, UIN Mataram semakin mempertegas posisinya sebagai pusat pendidikan Islam moderat yang terintegrasi dengan sains dan teknologi. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan mampu menciptakan atmosfer akademik yang lebih kompetitif, inklusif, dan multikultural, sekaligus memperkuat rekognisi global kampus di masa depan. Adita@Humas-ppid


