MATARAM: Duka yang menyelimuti keluarga Muhammad Alawi turut dirasakan oleh seluruh keluarga besar UIN Mataram. Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Rektor Prof Dr. TGH. Masnun Tahir menugaskan Dekan FDIK Dr. H. Lalu Muhammad Zainuri untuk bertakziah langsung ke rumah duka di Kelurahan Sekarteja, Lombok Timur. Jum’at, 27/03/2026
Usai menunaikan salat subuh, Dekan FDIK bersama rombongan segera bergegas menuju rumah duka. Kehadiran tersebut bukan sekadar representasi institusi, melainkan wujud nyata kedekatan emosional dan nilai kekeluargaan yang terbangun kuat di lingkungan kampus.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut langsung oleh Muhammad Alawi bersama keluarga. Dalam suasana haru, doa-doa dipanjatkan untuk almarhum, seraya menguatkan keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah menghadapi ujian.
Rektor melalui Dekan FDIK menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum. Ia menegaskan bahwa UIN Mataram bukan hanya sebuah institusi akademik, tetapi juga rumah besar yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan solidaritas.
“Kami hadir bukan hanya sebagai perwakilan kampus, tetapi sebagai keluarga. Semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta diterima seluruh amal ibadahnya,” ujar Dekan FDIK menyampaikan pesan Rektor.
Momentum takziah ini menjadi refleksi bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan akademik. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab kelembagaan, kepedulian terhadap sesama tetap menjadi prioritas yang tidak terpisahkan.
Keluarga besar UIN Mataram turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Di balik duka, tersirat pelajaran tentang arti kebersamaan—bahwa dalam setiap kehilangan, selalu ada kehadiran yang menguatkan, dan dalam setiap doa, tersimpan harapan yang mengalir tanpa henti. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. Adita@Humas-ppid


